RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pagi ini dibuka melemah 0,35 persen ke level Rp 16.157 per dolar AS dibanding penutupan perdagangan kemarin di level Rp 16.100 per dolar AS.
Pergerakan mata uang Asia justru mayoritas menguat terhadap dolar AS. Yuan China melesat 0,09 persen, dolar Hong Kong naik 0,01 persen, dolar Singapura naik 0,08 persen, peso Filipina menguat 0,15 persen, ringgit Malaysia naik 0,10 persen, won Korea Selatan melonjak 0,26 persen, dan yen Jepang menguat 0,40 persen.
Baca juga : Fokus Perkuat Rupiah, BI Kembali Tahan BI Rate Di Level 6,25 Persen
Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya menguat 0,06 persen ke level 103,50. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro melemah 0,34 persen ke level Rp 17.655, terhadap poundsterling Inggris minus 0,32 persen ke level Rp 20.992, dan terhadap dolar Australia melemah 0,47 persen ke level Rp 10.875.
Analis Komoditas dan Mata Uang, Lukman Leong mengatakan, nilai tukar rupiah melemah karena Presiden AS Joe Biden yang akan bersikap lebih keras pada China mengenai pembatasan ekspor semikonduktor.
Baca juga : Rupiah Pagi Ini Melemah Ke Posisi Rp 16.211
“Langkah Biden tersebut katanya meningkatkan tensi geopolitik. Ditambah pernyataan Donald Trump mengenai Taiwan juga turut memanaskan situasi dan memicu sentimen risk off," ucapnya, Kamis (18/7/2024).
Ia memproyeksi, nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp 16.100 sampai Rp 16.200 per dolar AS sepanjang hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.