RM.id Rakyat Merdeka - Di tengah era disrupsi digital dan ketidakpastian global, sosok Jenderal TNI (Purn) Prof. Dudung Abdurrachman muncul sebagai mercusuar bagi generasi muda Indonesia.
Pada Temu Nasional BEM Nusantara ke-XIV di UIN Raden Fatah Palembang, 30 Juli 2024, Dudung tidak sekadar hadir sebagai pembicara utama, tetapi juga sebagai jembatan antara wisdom masa lalu dan urgensi masa kini.
Dudung, dengan latar belakangnya yang unik sebagai mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) periode 2021-2023 dan kini seorang akademisi, membawa perspektif yang menyegarkan.
Ia tidak hanya berbicara tentang konsep abstrak generasi penerus bangsa, tetapi juga menawarkan analisis tajam tentang tantangan konkret yang dihadapi mahasiswa di era digital.
Baca juga : Perumda Dharma Jaya Ajak Warga Jakarta Jadi Reseller Daging Berkualitas
"Ancaman kedaulatan negara tidak hanya secara fisik. Di era disrupsi digital saat ini, (ancaman) bisa melalui internet," ungkap Dudung, menggaris bawahi kompleksitas lanskap geopolitik kontemporer.
Pernyataan ini bukan sekadar peringatan, melainkan undangan bagi 1.562 pimpinan BEM dari 398 perguruan tinggi yang hadir untuk memikirkan ulang peran mereka di era informasi.
Dudung dengan cermat menghubungkan warisan pemikiran founding fathers, khususnya Soekarno, dengan realitas kekinian. Kutipannya tentang perjuangan melawan bangsa sendiri menjadi starting point diskusi kritis tentang identitas nasional di era globalisasi. Ia mendorong mahasiswa untuk tidak sekadar menjadi konsumen pasif perubahan, tetapi aktif mendefinisikan arah perubahan itu sendiri.
Lebih dari itu, Dudung menekankan, pentingnya daya saing di kancah global tanpa kehilangan akar budaya. "Saya teringat apa yang disampaikan presiden pertama Bung Karno bahwa perjuangan ke depan akan semakin sulit karena yang dihadapi adalah bangsanya sendiri," ujarnya, mengajak mahasiswa untuk introspeksi dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan internal maupun eksternal.
Baca juga : Ada 4 Hal Serba Perdana pada Pelaksanaan Haji 2024
Visi Dudung tentang peran mahasiswa dalam pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas bukanlah retorika kosong. Ia menawarkan framework berpikir yang mengintegrasikan keamanan nasional, literasi digital, dan pembangunan karakter. Pendekatan holistik ini menjadi blueprint bagi gerakan mahasiswa untuk menavigasi kompleksitas abad 21.
Menariknya, Dudung tidak menyajikan solusi instan. Sebaliknya, ia memposisikan diri sebagai katalisator, mendorong mahasiswa untuk mengembangkan solusi inovatif atas permasalahan kontemporer. Dari isu hoax hingga polarisasi sosial, Dudung meletakkan tanggung jawab dan kepercayaan di pundak generasi muda untuk menjadi agen perubahan.
Resonansi pemikiran Dudung terlihat dari respons Ahmad Supardi, Koordinator Pusat BEM Nusantara. Menggemakan sentimen Dudung, Supardi menekankan urgensi peningkatan kualitas pendidikan sebagai fondasi daya saing bangsa. Ini menunjukkan bagaimana ide-ide Dudung telah menjadi batu loncatan bagi diskusi lebih lanjut tentang arah pembangunan nasional.
Temu Nasional BEM Nusantara ke-XIV, dengan Dudung sebagai figur sentralnya, bukan sekadar pertemuan rutin. Ini adalah momen defining bagi gerakan mahasiswa Indonesia untuk merekalibrasi kompas intelektual dan aktivisme mereka. Dudung, dengan pengalaman militer dan kecendekiawanannya, menjadi primus inter pares-yang pertama di antara yang setara dalam dialog intergenerasi ini.
Baca juga : Penggunaan Skincare yang Tepat, Lindungi Kulit Wajah Dari Bahaya Radikal Bebas
Pada akhirnya, warisan terbesar Dudung dari acara ini bukanlah jawabannya, melainkan pertanyaan-pertanyaan kritis yang ia ajukan. Bagaimana mahasiswa dapat menjadi firewall terhadap ancaman digital sekaligus pionir inovasi? Bagaimana mereka dapat mempertahankan identitas nasional sambil menjadi warga global? Dan yang terpenting, bagaimana mereka dapat mentransformasi tantangan menjadi peluang bagi Indonesia?
Dalam acara ini, Dudung membuka pintu bagi era baru aktivisme mahasiswa yang kritis, visioner, dan siap menghadapi turbulensi abad 21 dengan optimisme dan determinasi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.