RM.id Rakyat Merdeka - Pengusaha mendukung berkembangnya Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah. Kehadiran kawasan industri tersebut diyakini bakal membantu meningkatkan perekonomian Indonesia.
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Yukki Nugrahawan Hanafi mengungkapkan, banyak perusahaan dari lintas sektor dan industri ingin segera berproduksi di KIT Batang. Khususnya di sektor industri manufaktur yang dapat menyerap tenaga kerja.
Menurutnya, berdasarkan data dari Kementerian Investasi/Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM), terdapat 18 perusahaan yang masuk KIT Batang.
Diharapkan, kehadiran KIT Batang mampu menarik lebih banyak investor, sehingga dapat menyerap 250 ribu tenaga kerja dalam 10 tahun ke depan.
“KIT Batang akan menjadi sentra industri baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi bukan hanya di Jawa Tengah, tapi juga di Indonesia,” kata Yukki kepada Rakyat Merdeka, Selasa (30/7/2024).
Baca juga : Dana Bansos Rp 630 M Masih Ngendon Di Bank
Yukki menjelaskan, KIT Batang dapat menyediakan infrastruktur yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Termasuk penggunaan energi baru terbarukan.
“KIT Batang juga bisa menjadi contoh bagi pembangunan kawasan serupa di wilayah lain di Indonesia,” katanya.
Dengan meningkatnya peran Indonesia dalam supply value chain dunia, KIT Batang menjadi penting untuk berkontribusi pada peningkatan ekspor industri manufaktur nasional.
Yukki bilang, kehadiran KIT Batang membuka peluang ekonomi dalam rantai pasok operasional industri. Termasuk, kehadiran infrastruktur pendukung seperti hunian, kebutuhan akses transportasi dan logistik, serta munculnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang bergerak pada industri jasa boga di wilayah sekitar, sehingga turut mendukung kebutuhan para pekerja.
Seperti diketahui, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, nilai investasi yang masuk ke KIT Batang sudah mencapai Rp 14 triliun dan lebih dari 18 perusahaan.
“Sekarang sudah masuk 19 ribu pekerja,” kata Bahlil saat Peresmian Operasional KIT Batang, Jawa Tengah, Jumat (26/7/2024).
Adapun dalam waktu 10 tahun ke depan, KIT Batang ini bisa menghasilkan tenaga kerja hingga 250 ribu tenaga kerja.
Bahlil merinci, dalam waktu dekat atau pada September mendatang, perusahaan asal Korea Selatan, LG, akan membangun pabrik katoda sebagai ekosistem baterai kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV).
“Feasibility study-nya bakal selesai bulan Agustus dan September katoda akan dibangun di sini,” terang Bahlil.
Kelak, hadirnya pembangunan katoda akan menjadi integrasi pembangunan hulu dan hilir ekosistem baterai EV.
Baca juga : Berapa Atlet Positif Terpapar Virus, Paris “Diserang” Covid-19
Selain itu, akan ada gabungan teknologi tinggi di KIT Batang serta industri-industri padat karya UMKM, seperti sepatu dan alas kaki. DIR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Kamis, 01 Agustus 2024 dengan judul "Bakal Serap 250 Ribu Tenaga Kerja, KIT Batang Dilirik Banyak Pengusaha"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.