RM.id Rakyat Merdeka - Kelompok Pendidikan dilaporkan mengalami inflasi sebesar 0,69 persen. Kelompok ini memberikan andil 0,04 persen terhadap inflasi umum.
Hal ini disampaikan Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Widyasanti dalam konferensi pers virtual, Kamis (1/8/2024).
Baca juga : Siapkan Payung! Info BMKG: Depok Diprediksi Hujan Sore Ini
Data historis memperlihatkan, permulaan Tahun Ajaran Baru sering menjadi pendorong inflasi dalam kelompok ini. Angkanya pun menunjukkan peningkatan.
Tahun 2020, Kelompok Pendidikan mengalami inflasi sebesar 0,16 persen. Angka itu kemudian menjadi 0,18 persen pada 2021, lalu 0,34 persen pada 2022. Naik lagi menjadi 0,66 persen pada 2023 dan 0,69 persen pada 2024.
Baca juga : Dana Kelolaan Ziswaf BSI Tumbuh 20,55 Persen
Komoditas utama penyumbang inflasi dalam Kelompok Pendidikan adalah biaya Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).
"Ketiga komoditi ini masing-masing memiliki andil sebesar 0,01 persen," kata Amalia.
Baca juga : Perekonomian Indonesia Miliki Potensi Tembus 8 Persen
Berdasarkan data historis, Amalia memprediksi, Kelompok Pendidikan berpotensi memberikan andil terhadap inflasi dalam dua bulan ke depan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.