BREAKING NEWS
 

Siap Jalankan Perintah Presiden

Menperin: Industri Manufaktur Dalam Negeri Bisa Bangkit Lagi

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Rabu, 14 Agustus 2024 07:05 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: Dok. Kemenperin

 Sebelumnya 
“Untuk triwulan II-2024, pertumbuhan industri pengolahan nonmigas mencapai 4,63 persen (year on year/yoy), sedikit turun dari pertumbuhan pada triwulan I-2024 sebesar 4,64 persen,” jelasnya.

Pertumbuhan industri pengolahan nonmigas didorong oleh permintaan domestik dan luar negeri. Contohnya industri makanan dan minuman yang tumbuh 5,53 persen, karena didukung peningkatan permintaan domestik untuk produk makanan dan minuman seiring adanya momen Idul Fitri dan Idul Adha, serta panen raya padi yang mendorong dari sisi penyediaan.

Berikutnya, industri logam dasar tumbuh 18,07 persen karena didorong oleh peningkatan permintaan luar negeri, seperti produk besi dan baja serta konsumsi baja nasional.

Baca juga : Peluang BUMN Membangun Pabrik Gula Terbuka Lebar

Selain itu, industri kimia, farmasi dan obat tradisional yang tumbuh 8,01 persen sejalan dengan peningkatan permintaan domestik dan luar negeri.

Agus mengatakan, di tengah kinerja gemilang dari sektor-sektor tersebut, industri tekstil dan pakaian justru terkontraksi sebesar 0,03 persen (yoy). Ini diakibatkan oleh penurunan produksi tekstil seiring lonjakan produk impor yang membanjiri pasar domestik.

Selanjutnya, industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki juga tumbuh melambat, yaitu sebesar 1,93 persen (yoy). Hal ini disebabkan oleh penurunan produksi alas kaki seiring penutupan beberapa pabrik, sebagai dampak penurunan permintaan domestik dan luar negeri. Penurunan terjadi di Provinsi Banten, Jawa Barat dan Yogyakarta.

Baca juga : Ingat, Tiap Rumah Wajib Punya APAR

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyoroti buruknya kinerja PMI Manufaktur Indonesia. Seperti diketahui, PMI Manufaktur Indonesia pada Juli 2024 turun ke level 49,3 atau terkontraksi.

“Pada Juli kita masuk ke level kontraksi. Ini agar dilihat dan diwaspadai betul secara hati-hati,” kata Jokowi, dalam Pengantar Rapat Sidang Kabinet Perdana di IKN Nusantara, Senin (12/8/2024).

Lebih lanjut, Jokowi menjelaskan penurunan paling banyak berada di sektor produksi, pemesanan baru dan ketenagakerjaan.

Baca juga : Duel Memburu Sejarah

“Saya ingin dicari betul penyebab utamanya dan segera diantisipasi. Karena penurunan PMI ini saya lihat sudah terjadi sejak 4 bulan terakhir,” ucapnya.

Sebagai informasi, PMI menggunakan angka 50 sebagai titik mula. Jika di atas 50, maka artinya dunia usaha sedang dalam fase ekspansi. Sementara di bawah itu artinya kontraksi atau berada di zona negatif. DIR

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Rabu, 14 Agustus 2024 dengan judul "Siap Jalankan Perintah Presiden, Menperin: Industri Manufaktur Dalam Negeri Bisa Bangkit Lagi"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense