BREAKING NEWS
 

Siap Jalankan Perintah Presiden

Menperin: Industri Manufaktur Dalam Negeri Bisa Bangkit Lagi

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Rabu, 14 Agustus 2024 07:05 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: Dok. Kemenperin

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi memerintahkan para pembantunya mencari penyebab dan mengatasi penurunan Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Juli 2024. Industri manufaktur bakal bangkit kalau didukung kebijakan yang mendukung peningkatan industri dalam negeri.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengakui, Presiden meminta agar penurunan PMI diwaspadai.

PMI manufaktur Indonesia tercatat merosot ke level 49,3 poin menjadi fase kontraksi. Padahal selama 34 bulan berturut-turut sebelumnya, PMI Manufaktur Indonesia mampu bertahan di level ekspansi.

“Beberapa negara di Asia juga mengalaminya. Komponen yang mengalami penurunan paling banyak dari segi output,” kata Agus dalam keterangan tertulis, Selasa (13/8/2024).

Baca juga : Peluang BUMN Membangun Pabrik Gula Terbuka Lebar

Menurut Agus, dalam Sidang Kabinet yang diselenggarakan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Presiden menyebutkan beban impor bahan baku yang tinggi karena fluktuasi rupiah, atau serangan produk-produk impor yang masuk ke dalam negara dapat berpengaruh pada melemahnya permintaan domestik.

“Presiden menekankan pentingnya penggunaan bahan baku lokal dan juga perlindungan terhadap industri dalam negeri. Termasuk harus bisa mencari pasar nontradisional dan potensi pasar baru sebagai tujuan ekspor produk-produk Indonesia,” ujar Agus.

Selain itu, Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Juli 2024 yang turun menjadi 52,4 dari IKIJuni 2024 sebesar 52,5, dipengaruhi oleh menurunnya nilai variabel pesanan baru dan masih terkontraksinya variabel produksi.

“Ini menunjukkan kepercayaan diri atau tingkat optimisme para pelaku industri yang menurun. Salah satunya karena tidak adanya kepastian hukum yang jelas,” imbuhnya.

Baca juga : Ingat, Tiap Rumah Wajib Punya APAR

Agus optimistis, kinerja industri manufaktur di Tanah Air masih bisa bangkit kembali kalau didukung dengan kebijakan-kebijakan yang probisnis.

Kebijakan tersebut, antara lain ketersediaan bahan baku untuk produksi, keberlanjutan dan peluasan harga gas industri yang kompetitif dan ketegasan terkait substitusi impor.

“Kebijakan itu bisa terlaksana dengan baik kalau koordinasi yang dijalankan sesuai aturan. Semua pihak juga konsisten dan transparan untuk benar-benar membela industri dalam negeri,” tegas politisi Partai Golkar ini.

Dia menjelaskan, industri pengolahan konsisten memberikan kontribusi paling besar terhadap perekonomian nasional yang tercermin pada capaian triwulan II-2024 sebesar 18,52 persen.

Adsense

Baca juga : Duel Memburu Sejarah

Angka tersebut lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu sekitar 18,26 persen. Atas kontribusinya, industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi terbesar pada triwulan II, yaitu 0,79 persen.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense