BREAKING NEWS
 

Kunjungi Badak LNG, Menteri ESDM Bahas Reaktivasi Kilang

Reporter & Editor :
FAZRY
Jumat, 16 Agustus 2024 16:57 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, didampingi Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, melakukan kunjungan kerja ke salah satu anak perusahaan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina, Badak LNG. (Dok. Badak LNG)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, melakukan kunjungan kerja ke salah satu anak perusahaan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina, Badak LNG.

Kunjungan dilakukan untuk membahas rencana strategis reaktivasi kilang dengan ditemukannya sumber gas baru dari ENI Indonesia.

Dalam kunjungan pada Selasa (13/8/2024), Menteri ESDM beserta rombongan dan didampingi oleh Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, Kepala Direktur Eksplorasi dan Produksi PHE Awang Lazuardi, President Director & CEO Badak LNG Achmad Khoiruddin, serta manajemen Badak LNG mengadakan diskusi strategis, guna memberikan arahan, dan melihat sejauh mana kesiapan Badak LNG untuk melakukan reaktivasi kilang.

Badak LNG memiliki 8 kilang atau train dan saat ini hanya dua atau tiga kilang yang beroperasi karena menyusutnya pasokan gas.

Baca juga : Keliling Bekasi, Menteri AHY Bagikan Sertipikat Tanah Warga

Namun seiring berjalannya waktu, perusahaan asal Italia, ENI Indonesia, berhasil menemukan cadangan gas baru di Wilayah Kerja North Ganal, Kalimantan Timur yang diproyeksikan dapat menambah jumlah kilang yang beroperasi menjadi empat train sampai beberapa tahun kedepan.

Maka untuk mengantisipasi pasokan gas baru tersebut, Badak LNG berupaya menghidupkan kembali satu atau dua kilang LNG lagi, salah satunya ialah Train F yang saat ini berstatus extended short term idle (ESTI).

Arifin Tasrif menyampaikan bahwa untuk reaktivasi Train F perlu disiapkan dengan matang.

Adsense

Dia menekankan bahwa memanfaatkan fasilitas yang sudah ada, seperti Train F, merupakan langkah strategis yang lebih ekonomis dibandingkan membuat fasilitas baru dari awal.

Baca juga : Gandeng Polri, Menteri AHY Komitmen Basmi Mafia Tanah

“Badak LNG sudah memiliki Train F yang umurnya relatif baru dan bisa dilakukan reaktivasi, jadi kita minta untuk susun program dan anggarannya. Sehingga dengan adanya fasilitas ini, kita tidak perlu membangun ulang fasilitas LNG, tetapi memanfaatkan fasilitas yang sudah ada,” ujar Arifin.

Arifin juga menyoroti potensi Badak LNG dalam melakukan proyek reaktivasi ini.

“Badak LNG ini memiliki 8 Train. Sehingga perlu dimaksimalkan. Apalagi potensi gas di daerah Kaltim masih bisa diupayakan,” ungkapnya.

Menteri ESDM optimistis akan proyek reaktivasi oleh Badak LNG. 

Baca juga : Ketemu Ketum Kadin, Menteri Teten Bahas UMKM

“Secara expertise (pengalaman), kita sangat confidence dengan kemampuan Badak LNG. Terutama dalam memproses gas menjadi LNG. Belum lagi track record menjalin kerja sama dengan produsen luar negeri,” jelasnya.

Dengan memantau perkembangan proyek reaktivasi kilang Badak LNG, Kementerian ESDM, SKK Migas, serta Badak LNG akan terus berkoordinasi, agar seluruh persiapan reaktivasi Train F dapat berjalan sesuai rencana.

Tujuannya adalah untuk mengelola cadangan gas baru dengan cara yang efektif dan berkelanjutan, serta mendukung ketahanan energi nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense