BREAKING NEWS
 

EBT Perkuat Daya Saing Usaha, Menteri Teten Studi Banding Ke Amerika

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Kamis, 22 Agustus 2024 07:09 WIB
Menkop UKM Teten Masduki (kanan)saat melakukan studi bandingnya ke dua lembaga yang telah menerapkan teknologi dalam mengembangkan EBT di Amerika. (Foto: Dok. Kemenkop UKM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kian diminati. Tak hanya ramah lingkungan, pemanfaatan EBT juga mampu menekan biaya operasional dan meningkatkan daya saing UMKM di pasar global.

Dalam kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat (AS), Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki melakukan studi bandingnya ke dua lembaga yang telah menerapkan teknologi dalam mengembangkan EBT di Amerika.

Pertama, studi banding dilakukan Menkop UKM Teten ke Scripps Institution of Oceanography dalam rangka melihat langsung pemanfaatan EBT dan mempelajari pusat riset pencitraan 3D dan AI bawah laut terbaik dunia.

Scripps Institution of Oceanography menggunakan teknologi canggih seperti 3D dan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung penelitian mereka.

Baca juga : Rosan Diangkat Jadi Menteri Investasi, Bahlil Digeser Ke ESDM

“Untuk mengetahui pendekatan pendanaan seperti apa yang dilakukan, Scripps menggunakan sonar multibeam dan LIDAR untuk membuat peta tiga dimensi dari dasar laut, termasuk gunung bawah laut dan terumbu karang,” ucap Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam keterangan resminya, Rabu (21/8/2024).

Scripps juga menerapkan rekonstruksi ekosistem 3D, yang merupakan teknologi 3D membantu para peneliti merekonstruksi dan menganalisis habitat laut yang kompleks, serta memahami dampak perubahan iklim dan aktivitas manusia.

Kemudian AI untuk analisis data. Kecerdasan buatan digunakan untuk mengelola dan menganalisis data laut besar, mengenali pola dan tren yang membantu analisis yang lebih cepat dan akurat.

Adsense

Ada juga teknologi robotik dan drones. Scripps mengembangkan robot bawah laut dan drones yang dilengkapi dengan teknologi AI dan 3D untuk eksplorasi laut dan pengumpulan data dari kedalaman yang sulit dijangkau.

Baca juga : Hari Ini, Ada Menteri Yang Di-Reshuffle

Lalu, Modeling 3D untuk perubahan iklim, merupakan teknologi 3D digunakan untuk membuat model iklim bumi, memprediksi dampak perubahan iklim seperti kenaikan permukaan laut dan perubahan arus laut.

“Scripps juga menggunakan visualisasi data. Yakni, teknologi 3D mempermudah penyampaian data ilmiah secara intuitif dan interaktif, membantu ilmuwan, pembuat kebijakan, dan publik memahami hasil penelitian,” ucapnya.

Selanjutnya kedua, Teten juga melakukan studi banding ke Aptera Motors Factory terkait pemanfaatan EBT dalam produknya. Aptera Motors adalah produsen Amerika yang mengkhususkan diri dalam pengembangan kendaraan listrik bertenaga surya/Solar Electric Vehicle (SEV) yang sangat efisien.

Berkantor pusat di Carlsbad, California, perusahaan ini didirikan oleh Steve Fambro dan Chris Anthony. Aptera berencana untuk memproduksi hanya 371 kendaraan selama fase produksi volume rendah pada tahun 2025, meningkat menjadi 11.000 unit pada tahun 2026, dan akhirnya mencapai produksi tahunan sebesar 20 ribu kendaraan.

Baca juga : Menteri Siti: Ini Salah SatuLokasi Konservasi Terindah

“Hingga saat ini, Aptera telah berhasil mengumpulkan 135 juta dolar AS dari lebih dari 17.000 investor (crowdfunding), GDP Venture (Grup Djarum) adalah salah satu investor terbesar,” katanya.

Tak hanya itu, menurut Kemenkop UKM, bentuk mobil Aptera dianggap futuristik karena hanya memiliki tiga roda dan memiliki panel surya yang terintegrasi di badan mobilnya.

Produk mobil Aptera mampu menempuh jarak hingga 1.000 mil/1600 km dengan sekali pengisian daya dan tambahan 40 mil/64,3 km dari pengisian daya dari panel surya selama perjalanan. Bahkan, Aptera diproduksi dengan pencetakan 3D, AI, dan bodi komposit yang memungkinkan produksi kendaraan yang cepat, bervolume tinggi, dan hemat biaya.

Harga satu unit lebih kurang 30.000 dolar AS atau sekitar Rp 474 juta.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense