Dark/Light Mode

Tren Gaya Hidup Sehat Meningkat, Menperin Genjot Industri Alat Olahraga Lokal

Rabu, 31 Juli 2024 13:00 WIB
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Ist)
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, industri olahraga terus tumbuh. Hal ini seiring meningkatkan tren gaya hidup sehat di masyarakat.

“Saya yakin minat ini atau gaya hidup sehat ini tidak akan pernah turun. Artinya market akan terus tumbuh," ujarnya saat membuka Pameran Indonesia Sport & Active Wear (ISAW) 2024 di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (31/7/2024).

Menurut Agus, ada tiga subsektor industri olahraga yang perlu menjadi perhatian bersama. Subsektor yang pertama adalah Industri Pakaian Olahraga.

Menurut dia, saat ini sudah semakin banyak brand-brand lokal memproduksi pakaian olahraga dengan banyak sekali fitur unggulan. Pakaian olahraga yang elastis, ringan, nyaman, breathable, mudah menyerap keringat, cepat kering dengan warna serta model yang bervariasi menjadi kunci utama untuk bersaing dengan brand-brand internasional, yang sayangnya saat ini masih mendominasi pasar Indonesia.

“Padahal secara harga, tentunya harga pakaian olahraga brand-brand jauh lebih terjangkau daripada brand-brand internasional tersebut,” ujarnya.

Baca juga : Ini Jurus Menperin Kerek Kinerja Industri Manufaktur Nasional 

Dia menginginkan, ada kolaborasi yang lebih intensif antara Pemerintah dengan industri maupun influencer untuk mempromosikan brand-brand lokal di dalam negeri maupun di tingkat internasional. Dia juga berharap ada langkah-langkah yang cepat dan jitu untuk mengakselerasi pertumbuhan sektor industri pakaian olahraga ini, khususnya untuk membangkitkan kembali Sektor Industri Pakaian Jadi yang dalam dua tahun terakhir ini mengalami tantangan besar baik di pasar ekspor maupun pasar domestik.

“Apalagi saat ini kontribusi Sektor Industri Pakaian Jadi pada PDB Industri Pengolahan Non-Migas di Triwulan I-2024 mengalami kontraksi sebesar 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2023,” ujarnya.

Kedua, kata dia, Subsektor Industri Sepatu Olahraga. Menurut Agus, dengan tren gaya hidup sehat yang semakin meningkat, permintaan sepatu olahraga juga tumbuh pesat. Saat ini, sepatu olahraga menjadi salah satu komoditi industri pengolahan non migas yang berkontribusi besar dalam ekspor nasional, dengan nilai ekspornya pada Januari-Mei 2024 mencapai 1,86 miliar dolar AS, meningkat 1,04 persen dari periode yang sama 2023.

Hal ini menempatkan sepatu olahraga sebagai 9 komoditi ekspor terbesar industri pengolahan non migas. “Namun, saya berharap, semakin banyak masyarakat yang dapat mengenal dan menggunakan sepatu olahraga buatan dalam negeri,” ujarnya.

Sedangkan subsektor ketiga adalah Industri Alat Olahraga. Dia melihat, banyak sekali peluang untuk mengembangkan potensi Industri Alat Olahraga di Indonesia. Saat ini, Indonesia sudah sangat mampu memproduksi maupun mengekspor alat-alat olahraga seperti shuttlecock, bola sepak, bola voli, meja tenis maupun alat olahraga lainya yang dipakai pada kegiatan olahraga kompetisi lokal (PON, IBL, Pro Liga) maupun internasional (FIFA World Cup).

Baca juga : Gencarkan Hidup Sehat, BCA Life Gelar UltimaX Race 2024

Menurut dia, berdasarkan data Direktori Industri Besar Sedang BPS pada tahun 2023, terdapat 65 unit usaha Industri Besar Sedang yang menyerap tenaga kerja lebih dari 12 ribu orang. Selain itu, kinerja ekspor Industri Alat Olahraga pada periode Januari-Mei 2024 mencapai 107,4 Juta dolar A yang mana mengalami kontraksi sebesar 4,4 persen dibandingkan 2023 pada periode yang sama.

“Perlu kejelian dan strategi yang tepat untuk memenangkan kompetisi alat-alat olahraga terutama di pasar-pasar luar negeri,” ujarnya.

Menperin menambahkan, Pameran Indonesia Sport & Active Wear (ISAW) 2024 ini merupakan wujud nyata peran Kemenperin untuk memacu pengembangan industri alat olahraga maupun industri pendukungnya. Acara ini adalah salah satu partisipasi Kemenperin guna mendukung Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), yang bertujuan untuk memperkuat dan memajukan sektor olahraga di Tanah Air.

“Di tengah potensi dan tantangan yang ada saat ini, saya mengajak Bapak Ibu para pemangku kepentingan di sektor industri pakaian, sepatu dan alat olahraga untuk bersama-sama mengkampanyekan pembelian produk lokal, sehingga dapat berdampak ekonomi maupun sosial pada pengembangan industri olahraga di Indonesia,” ujarnya.

Dia berharap ke depan jenama pakaian, sepatu dan alat olahraga lokal dapat menjadi top of mind dalam benak konsumen, ketika memilih dan membeli produk olahraga. Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi pengembangan ekosistem industri pakaian dan alat olahraga di Indonesia.

Baca juga : Bamsoet Resmikan Kantor IMI Sulut, Dorong Peningkatan Prestasi Olahraga Otomotif

Dia juga mengapresiasi pemilik IKM Pakaian Olahraga “TKS” yang saat ini sedang melalui proses sertifikasi produk internasional untuk menjadi salah satu dari 6 merek global yang berpotensi membidik target market 62 negara cabang olahraga Taekwondo.

Selain itu, dia juga mengapresiasi, HAKA sebagai brand pakaian olahraga pencak silat, yang telah merevolusi pakaian pencak silat dengan menggunakan teknologi tekstil fungsional sehingga mendukung kebutuhan ergonomis atlit. Semoga empat tahun ke depan saat Olimpiade 2028 di Los Angeles, Amerika Serikat, olahraga pencak silat dapat semakin bersinar di kancah internasional dengan dukungan pakaian pencak silat dari Indonesia.

“Mari kita bangkit bersama, tingkatkan belanja produk dalam negeri dan semakin Bangga Buatan Indonesia. Industri Juara, Jenama lokal berdaya!,” katanya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.