RM.id Rakyat Merdeka - Sekjen Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Solihin menyatakan situasi politik yang terjadi akhir-akhir ini membuat pihaknya waspada. Hal ini Solihin sampaikan menyusul aksi demonstrasi yang menolak Revisi Undang-Undang Pilkada di berbagai wilayah di Indonesia.
"Dalam setiap kegiatan, kalau ada keramaian, kita wait and see, itu yang bisa kita lakukan," kata Solihin ditemui di Matraman, Jakarta, Jumat (23/8/2024).
Baca juga : Nasib Politik Kaesang Masih Misteri
Bahkan, menurut Solihin, segala peristiwa yang dapat mengundang keramaian, pihaknya terpaksa harus menutup usaha ritelnya dengan waktu sementara. "Kalau memang ada indikasi yang tentunya akan merusak, kita berusaha tutup dulu," tambahnya.
Dia pun berharap situasi politik yang akhir-akhir ini tidak menentu, segera reda. Mengingat, pelaku usaha butuh dinamika politik yang berakhir kondusif. Tujuannya, untuk meningkatkan jumlah penjualan.
Baca juga : OSO Pilih Koalisi Peduli Daerah
"Memang, kalau banyak orang, pasti banyak juga orang yang membutuhkan segala macam. Namun, bukan berarti kita pinginnya ramai terus, jangan dong," jelas Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) DKI Jakarta itu.
Diketahui, aksi demonstrasi yang menolak Revisi Undang-Undang Pilkada di berbagai wilayah di Indonesia pada Kamis (22/8/2024) diwarnai kericuhan. Fasilitas gedung DPR maupun DPRD yang menjadi pusat demonstran sempat dirusak massa.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.