RM.id Rakyat Merdeka - Peminat layanan bayar nanti atau Buy Now Pay Later (BNPL) mengalami peningkatan. Hingga Juni 2024, total utang kredit masyarakat melalui skema pembiayaan tersebut, tembus Rp 24,96 triliun.
Data itu berasal dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Meski peminat meningkat, risiko kredit untuk Pay Later baik di perbankan dan industri multifinance mengalami penurunan.
Di perbankan, Non Performing Financing (NPF) Pay Later per Juni 2024 turun ke level 2,50 persen, dibanding pada Mei 2024 sebesar 2,61 persen.
Baca juga : Negara ASEAN Harus Siap Hadapi Tantangan
Sementara NPF Gross di industri multifinance tercatat sebesar 3,07 persen. Angka ini juga menurun dibandingkan bulan sebelumnya di level 3,22 persen.
Meski begitu, Direktur Ekonomi Digital dari Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengatakan, level NPF pada Pay Later ini masih cukup tinggi, karena berada di kisaran 2-3 persen. Namun jika melihat penyaluran utang Pay Later yang terus meningkat, artinya peminat Pay Later semakin tinggi.
Menurut Nailul, kelompok usia 31-40 tahun rentan mengalami kredit macet dalam skema pembiayaan di Pay Later.
Baca juga : Sekolah Swasta Gratis Diperluas Ke Madrasah
“Salah satu faktor yang menyebabkan generasi milenial dalam rentang usia ini terjerat Pay Later adalah beban tanggungan hidup mereka yang besar,” kata Nailul kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Menurut Nailul, banyak orang di rentang usia 31-40 tahun, sudah memasuki fase kehidupan yang melibatkan pernikahan, atau hidup dengan pasangan dan memiliki tanggungan.
“Dalam situasi ini, beban finansial yang mereka tanggung cenderung meningkat. Sehingga mereka kesulitan membayar tagihan Pay Later,” ujar Nailul.
Baca juga : ‘Sang Palu’ Ancam Getok Haaland
Ia mengatakan, kunci untuk memperbaiki NPF pada skema Pay Later adalah dengan meningkatkan kualitas credit scoring saat pengajuan BNPL.
Dan yang terpenting, sambungnya, adalah menganalisa biaya hidup calon peminjam serta membandingkannya dengan penghasilan mereka.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.