Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bos Kadin Bicara Posisi Strategis Asia Tenggara
Negara ASEAN Harus Siap Hadapi Tantangan
Sabtu, 31 Agustus 2024 07:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Integrasi ekonomi yang erat di antara negara-negara anggota ASEAN wajib dibangun untuk mempertahankan posisi strategis Asia Tenggara dalam perekonomian global dan regional.
Demikian disampaikan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang juga Ketua ASEAN-Business Advisory Council (BAC) Indonesia Arsjad Rasjid dalam ASEAN Conference.
Acara tersebut diselenggarakan oleh Singapore Business Federation dengan tema Reimagining ASEAN for a Sustainable Tomorrow, yang mempertemukan para pemimpin dari sektor publik dan swasta di Asia Tenggara.
Baca juga : Sekolah Swasta Gratis Diperluas Ke Madrasah
Konferensi ini digelar untuk mencari solusi atas tantangan yang dihadapi kawasan ASEAN, termasuk membahas ASEAN Economic Vision Post 2025.
“Negara anggota ASEAN harus siap menghadapi tantangan geopolitik dan geo ekonomi eksternal yang semakin menekan di kawasan,” ujar Arsjad dalam keterangan tertulis yang diterima Rakyat Merdeka, Jumat (30/8/2024).
Di tengah berbagai inisiatif strategis dari mitra-mitra global seperti Australia, Jepang, China dan Amerika Serikat, Arsjad menegaskan bahwa ASEAN harus merespons secara kolektif dan melibatkan sektor swasta.
Baca juga : ‘Sang Palu’ Ancam Getok Haaland
Menurutnya, dari perspektif bisnis, kekuatan ASEAN terletak pada pertumbuhannya.
“Pertumbuhan ini harus memiliki tiga karakteristik utama: connected growth (saling terhubung), complementary growth (saling melengkapi) dan continuous growth (berkelanjutan) di seluruh ASEAN,” ungkap Arsjad.
Dalam kesempatan tersebut, Arsjad juga memaparkan beberapa inisiatif yang dipelopori oleh Kadin Indonesia dan ASEAN-BAC, termasuk Borneo Economic Community (BEC).
Baca juga : Garuda Sikat Korea Dan China
BEC adalah kolaborasi bisnis sub-regional yang mendukung visi ASEAN Centrality dan Komunitas Digital ASEAN di wilayah Borneo.
Inisiatif ini menjadi momentum strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baru di ASEAN, dengan dasar kebijakan bertetangga yang baik (good neighbor policy), serta mendukung perkembangan ekonomi di Kalimantan dan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya