BREAKING NEWS
 

Kebut Impor Buat Jaga Stok Beras

Bulog Gercep Antisipasi Proyeksi Panen Mundur

Reporter : IRMA YULIA
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Selasa, 3 September 2024 07:05 WIB

 Sebelumnya 
Lebih lanjut disampaikannya, Bulog telah menyalurkan hampir 300 ribu ton beras ke konsumen melalui RPK. Penyaluran itu terdiri dari beras Stabilisasi Pa­sokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 253.293 ton dan beras komersial sebanyak 42.675 ton.

Menurutnya, setiap RPK menghasilkan rata-rata omzet antara Rp 10 juta-Rp 50 juta se­tiap bulan. Dari total omzet itu, sekitar 28,6 persen berasal dari penjualan produk Bulog.

Bayu memperkirakan, total potensi penjualan pada seluruh RPK sebetulnya bisa mencapai Rp 11,5 triliun-Rp 12 triliun per tahun. Namun pertumbuhan RPK saat ini masih rendah, hanya sekitar 3-4 persen per tahun.

“Kerja sama dengan Bulog ini bisa membuat mereka tumbuh lebih pesat,” imbuhnya.

Baca juga : Jangan Sampai Penduduk Kita Menua Sebelum Kaya

Dihubungi terpisah, Head of Research dari Center for Indo­nesian Policy Studies (CIPS) Aditya Alta mengatakan, penu­runan curah hujan menyulitkan para petani dalam menentukan masa tanam dan panen.

Sehingga hal ini akan ber­dampak pada jumlah produksi dan ketersediaan stok pangan di pasar. Dan juga dikhawatirkan akan berdampak pada harga yang akan dibebankan kepada konsumen.

Berdasarkan Studi Royal Meteorological Society (RMS), Pulau Jawa berisiko mengalami penurunan curah hujan tahunan yang signifikan dibandingkan saat ini.

Penurunan berkisar rata-rata 10 persen hingga tahun 2060 dan 16,2 persen hingga akhir abad ini. Dan akan berdampak pada 73 persen dari total penduduk Jawa atau lebih dari 100 juta orang.

Baca juga : Miris, PAD DKI Masih Bocor Di Sana-Sini…

Karenanya, harus ada upaya mitigasi seperti intensifikasi lahan dan perbaikan irigasi sebagai salah satu solusinya.

Selain itu, sambungnya, bisa dilakukan intensifikasi lahan. Menurut Aditya, peningkatan produktivitas juga dapat dilaku­kan melalui perbaikan teknik bu­didaya, perluasan jaringan irigasi, penggunaan modifikasi cuaca untuk mitigasi perubahan iklim.

“Dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia sektor pertanian,” jelas Aditya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Aditya menjelaskan, sistem irigasi dapat diandalkan mem­bantu petani dalam menghadapi kekeringan. Sehingga bisa me­mastikan ketersediaan air yang konsisten bagi tanaman mereka.

Baca juga : Mbappe Sukses Pecahkan Telor

Dengan menerapkan teknik-teknik irigasi modern, kata dia, seperti irigasi tetes (drip irrigation), irigasi sprinkler, sub irigasi dan hidroponik, para petani dapat mengoptimalkan penggunaan air dan menekan pemborosan air.

“Sebuah aspek penting lain­nya dari sistem irigasi yang baik, adalah perannya dalam mendorong praktik-praktik pertanian yang berkelanjutan,” tukasnya. IMA

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Selasa, 3 September 2024 dengan judul "Kebut Impor Buat Jaga Stok Beras, Bulog Gercep Antisipasi Proyeksi Panen Mundur"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense