Sebelumnya
“Target pertumbuhan kredit tersebut masih cukup potensial untuk dicapai, jika dilihat pada periode sebelumnya kredit BTN sudah mencapai Rp 352,06 triliun, atau tumbuh 14,45 yoy (year on year) pada semester I tahun 2024,” ujar Miftahul di Jakarta, Senin (2/9/2024).
Bahkan, BTN juga akan mendapatkan dukungan sentimen positif, dari peluang penurunan tingkat suku bunga pada semester II-2024, yang dimulai dengan target penurunan The Fed (Federal Reserve, Bank Sentral AS) bulan ini.
“Penurunan suku bunga akan berimbas terhadap peningkatan permintaan kredit bersamaan dengan perbaikan kualitas kredit,” katanya.
Sebelumnya, BTN berhasil mencatatkan penyaluran kredit dan pembiayaan sebanyak 14,4 persen menjadi Rp 352,06 triliun pada semester I-2024, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 307,66 triliun.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, penyaluran kredit dan pembiayaan perumahan masih mendominasi total kredit dan pembiayaan perseroan pada semester I-2024.
Support REI
Baca juga : Darurat Petugas Sampah, Jalan Di Jakut Kotor Dan Bau
Dari sisi pengembang, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Real Estate Indonesia (DPP REI) Joko Suranto menaruh harapan tinggi terhadap penunjukkan Satgas Perumahan tersebut.
Joko menyebut, pihaknya memilliki gagasan bertajuk Propertynomic, yakni properti yang bukan dilihat sebagai pertumbuhan ekonomi, melainkan sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi.
“Melalui Satgas harusnya sejalan dengan gagasan tersebut,” katanya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Gagasan Propertynomic tersebut dilandaskan pada empat pilar. Pertama, adanya kementerian tersendiri terkait perumahan dan properti. Kedua, pembiayaan. Ketiga, kebijakan pendorong properti dan perumahan. Keempat, properti sebagai sebuah Proyek Strategis Nasional (PSN).
Ketika Pemerintahan Prabowo-Gibran menargetkan pengadaan rumah bersubsidi sebanyak 3 juta rumah per tahun, ini artinya sejalan dengan apa yang menjadi proposal Propertynomic.
Baca juga : Sinner Hancurkan Fritz
“Yaitu properti sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
Ia menegaskan, industri properti, merupakan backbone dari 185 industri terkait di dalamnya. Mulai dari semen, paku, kayu, keramik, kaca, mebel dan lainnya. Maka, properti mendorong 185 industri tersebut bergerak, yang pada akhirnya menciptakan lapangan kerja, menjadi titik tumbuh terhadap ekonomi baru dan meningkatkan pendapatan.
Dia berharap, REI terus dilibatkan dalam kebijakan-kebijakan perumahan yang akan diterapkan ke depan.
“Karena hingga saat ini, REI telah berkontribusi sebesar 65 persen terhadap pembangunan perumahan/properti di Tanah Air,” ujarnya.
Sebelumnya, Hashim mengatakan, Indonesia dapat meningkatkan GDP (Gross Domestic Product/Produk Domestik Bruto/PDB) perumahan dari angka 14 persen saat ini menjadi 25 persen lewat program perumahan besar-besaran.
Baca juga : Indonesia Vs Australia, Tim Garuda Siap Jegal Kanguru
“Rencana ini diharapkan dapat menambah laju pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 1,5 hingga 2,5 persen per tahun,” ucapnya dalam acara diskusi Future of Indonesia Dialogue: Optimisme Dunia Usaha dalam Bermitra dan Menyongsong Pemerintahan Prabowo-Gibran yang digelar Apec Business Advisory Council (ABAC) di Jakarta, Sabtu (31/8/2024).
Pemerintahan baru berencana membangun perumahan rakyat sebanyak 1 juta rumah di perkotaan dan 2 juta rumah di pedesaan per tahun.
Selain untuk mengatasi backlog di hunian yang sebesar 12,7 juta unit, program ini juga bagian dari strategi Pemerintah untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi 8 persen. DWI
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Selasa, 10 September 2024 dengan judul "Hashim Djojohadikusumo Pimpin Satgas Perumahan, Prospek BTN Salurin Kredit Kian Kinclong"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.