RM.id Rakyat Merdeka - Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa dan PT Pertamina Drilling Service Indonesia (PDSI) melakukan kunjungan lapangan ke lokasi pengeboran sumur eksplorasi Rotan Cinta (RCI)-001 di Desa Kubangsari, di Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Direktur Regional Jawa, Wisnu Hindadari dan Direktur Operasi PDSI Aziz Muslim menyampaikan, Program MWT diselenggarakan secara rutin oleh pimpinan perusahaan, guna memastikan kegiatan operasi berjalan dengan lancar sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang telah ditetapkan.
“Serta membuka kesempatan interaksi dua arah antara manajemen dan pekerja yang menjadi garda terdepan,” katanya, Selasa (10/9/2024).
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Regional JBB Bukukan Transaksi Ratusan Juta Rupiah
Aspek prioritas lainnya juga menjadi fokus utama dalam MWT adalah memastikan penerapan kebijakan dan program Health, Safety, Security & Environment (HSSE), dan meningkatkan internalisasi budaya HSSE di setiap kegiatan kerja di lapangan.
Menurut Aziz, umur eksplorasi RCI-001 merupakan sebuah sumur wildcat, yaitu sumur yang dibor pertama kali untuk menentukan keberadaan minyak dan gas di lokasi yang masih baru.
Hasil pemboran Sumur RCI-001 ini diharapkan dapat mengonfirmasi sumber daya hidrokarbon, dengan target reservoir berupa batu pasir formasi halang (pliocene sandstone) dan membuka potensi baru (play opener) pengembangan migas daratatn di Provinsi Jawa Tengah.
Baca juga : Pilkada Sulteng, Ahmad Ali Janjikan Pemerataan Pembangunan Sampai Pelosok Desa
“Kami berharap sumur eksplorasi Rotan Cinta bisa membuktikan potensi sumber daya migas terambil hingga 17,58 juta barel minyak (MMBO) dan 14,11 miliar kaki kubik gas (BCFG),” kata Wisnu.
Tak hanya itu, dalam kesempatan tersebut, Wisnu menyampaikan, pengeboran sumur RCI-001 merupakan proyek penting untuk masa depan migas nasional dan berperan sebagai awal dari pengambilan data seismik 3D ataupun kegiatan eksplorasi lainnya di Jawa Tengah.
Berdasarkan hasil studi, potensi hidrokarbon di wilayah Brebes terbilang cukup tinggi. Selain itu tercatat juga pengamatan banyaknya rembesan minyak di permukaan.
Baca juga : Jadikan IKN Pusat Kekuatan & Inspirasi
Merunut jejak sejarah pengelolaan, evaluasi potensi keberadaan migas di area Rotan Cinta ini teridentifikasi melalui hasil survei seismik 2D tahun 1974, 1999 dan 2012. Selain itu, dilakukan juga integrasi evaluasi geologi dan geofisika sejak 1996 sampai 2023.
“Pada kesempatan MWT kali ini, kami ingin menekankan kembali pentingnya mengedepankan aspek HSSE sebagai kunci keberhasilan kegiatan operasi, dalam mendukung pencapaian target produksi migas secara berkelanjutan,”pungkas Wisnu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.