Dark/Light Mode

Pertamina Lubricants Dukung Pemberantasan Praktik Pemalsuan Pelumas

Senin, 22 Juli 2024 17:33 WIB
Pertamina Lubricants mendukung penegakan hukum dalam memberantas praktik pemalsuan pelumas yang merugikan konsumen, negara, dan masyarakat.
Pertamina Lubricants mendukung penegakan hukum dalam memberantas praktik pemalsuan pelumas yang merugikan konsumen, negara, dan masyarakat.

RM.id  Rakyat Merdeka - Skandal pemalsuan oli di Gresik dan Sidoarjo yang melibatkan Ali Hano, suami dari Stefani yang baru-baru ini menghebohkan publik karena tega ingin memenjarakan ibunya, terus mengemuka.

Pertamina Lubricants mendukung upaya penegakan hukum dalam memberantas praktik pemalsuan pelumas yang merugikan konsumen, negara, dan masyarakat. Direktur Sales & Marketing Pertamina Lubricants, Dwi Puja Ariestya menegaskan pentingnya regulasi yang lebih ketat untuk mempersempit ruang gerak pemalsu oli. 

"Meskipun tidak semua produk yang dipalsukan adalah merek Pertamina, kami merasa bertanggung jawab sebagai produsen pelumas terbesar di Indonesia untuk melindungi konsumen dari dampak buruk penggunaan pelumas palsu," kata Ariestya, dalam keterangannya, Senin (22/7/2024).

Baca juga : Jangan Sembarangan Berikan Data Pribadi

Pemalsuan pelumas membawa risiko besar bagi konsumen. Dalam jangka pendek, tambahnya, pelumas palsu dapat menurunkan performa mesin. "Dalam beberapa kasus, langsung merusak mesin karena tidak memiliki bahan tambahan yang diperlukan," ujarnya. 

"Penggunaan jangka panjang dapat mengurangi keandalan mesin dan memperpendek umur pakainya, yang berujung pada biaya perawatan yang lebih tinggi," tambah Ariestya. 

Ariestya menghimbau masyarakat untuk membeli pelumas Pertamina di bengkel terpercaya, atau outlet resmi seperti SPBU, Olimart/Fastron Auto Service, dan Enduro Motor Service untuk memastikan keaslian produk. 

Baca juga : Pertamina Hulu Energi ONWJ Siap Eksekusi Proyek Pengembangan Lapangan OO-OX

Pertamina Lubricants juga telah meluncurkan berbagai program sosialisasi melalui seminar, workshop, dan kampanye media sosial. Juga, Pertamina Lubricants bekerjasama dengan bengkel resmi dan distributor untuk mengedukasi masyarakat tentang cara membedakan pelumas asli dan palsu.

Pertamina Lubricants memastikan kualitas produknya dengan sertifikasi nasional Indonesia (SNI), serta melakukan berbagai inovasi untuk menangkal pemalsuan. 

"Beberapa cara untuk membedakan pelumas asli Pertamina dari yang palsu termasuk QR Code unik pada stiker label, hologram pada tutup botol, nomor batch pada leher botol, dan teknologi triple layer pada botol," ungkap Ariestya. 

Baca juga : Pupuk Indonesia Minta Kepastian Pasokan Gas

Ketua Asosiasi Pelumas Indonesia (Aspelindo), Sigit Pranowo menyatakan bahwa pemalsuan pelumas merugikan industri secara signifikan. Baik dari segi finansial maupun reputasi. 

"Kerugian yang diakibatkan oleh pelumas palsu cukup besar untuk industri pelumas di Indonesia. Jumlah produk palsu yang dijual mengakibatkan kehilangan potensi pasar yang signifikan bagi seluruh produsen pelumas. Reputasi kami semua juga terancam tercemar," papar Sigit. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.