RM.id Rakyat Merdeka - PT Prasadha Pamunah Limbah industri (PPLI) kembali menunjukkan eksistensinya dalam upaya menjaga lingkungan. Memperingati Hari Ozon dan Bulan Konservasi, PPLI bekerja sama stakeholder, menanam mangrove dan lepas penyu di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta, Rabu (11/9/2024).
Manager Humas PPLI, Arum Tri Pusposari mengungkapkan, kegiatan ini bentuk dukungan perusahaan dalam upaya pelestarian lingkungan.
Misalnya, penanaman mangrove bermanfaat tidak hanya melindungi garis pantai, juga mencegah dampak pencemaran bahan kimia berbahaya yang telah merusak alam.
"Kami aktif mengampanyekan perlindungan alam dan mengurangi dampak negatif dari perkembangan industri yang kian pesat," kata Arum.
Diceritakannya, kegiatan penanaman pohon bukan kali pertama dilakukan PPLI. Sebelumnya, dilakukan penanaman ratusan bibit mangrove di Balikpapan dan penanaman pohon di Rawa Danau Serang, Banten.
Baca juga : Skuad Maung Bandung Cuma Mau Menang Di Balikpapan
Melalui kegiatan ini, lanjut Arum PPLI ingin menyampaikan pesan perlindungan terhadap bumi. "Jaga bumi ini untuk generasi mendatang," pintanya.
Senada, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Jakarta, Isnawa Aji mengajak masyarakat dan seluruh stakeholder bersama-sama merawat bumi.
"Kita telah mewujudkan upaya konservasi keanekaragaman hayati hingga anak cucu kelak demi mencegah bencana yang besar menimpa generasi mendatang," kata Isnawa.
Isnawa mengapresiasi langkah pihak-pihak yang proaktif mengampanyekan perlindungan bumi dari ancaman bencana.
"Ini tanggung jawab bersama. Sebagai khalifah di muka bumi, manusia memiliki kewajiban menjaga dan merawat bumi," pungkasnya.
Baca juga : GDPS Tindak Tegas Penipuan Perekrutan Pegawai
Direktur Eksekutif Indonesia CARE Lukman Azis mengapresiasi inisiatif PPLI yang membangun kolaborasi dan pro aktif mengampanyekan dukungan untuk pelestarian lingkungan.
Tidak hanya melakukan penanaman mangrove, melepaskan penyu sebagai upaya pelestarian satwa langka.
"Melalui penyu laut ini, ada pesan tersirat ajakan untuk semua pihak memberikan perlindungan terhadap satwa langka. Hentikan perburuan yang dapat menimbulkan kepunahan penyu laut dan satwa langka lainnya," imbaunya.
Dukungan atas program pelestarian kawasan pesisir dan konservasi tersebut juga disampaikan Kasie Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (KSPTN) Wilayah III Kepulauan Seribu, Sahyudin. Menurutnya, ini masih dalam momentum bulan konservasi alam Indonesia.
"Kami apresiasi PPLI yang telah mendukung konservasi kawasan kepulauan seribu. Semoga makin banyak unsur dunia usaha dan masyarakat yang sadar pentingnya menjaga kelestarian alam," katanya.
Baca juga : PNM Peduli Tanam Ribuan Mangrove Dan Terumbu Karang Di Kalimantan
Ketua Squad Penanggulangan Bencana Indonesia (PBI), Subur Rojinawi mengingatkan bahaya akibat naiknya muka air laut.
"Potensi abrasi dan pengikisan kawasan pesisir. Mangrove dapat membantu menjaga rusaknya pesisir. (Mangrove) Ini adalah perlindungan alami. Selain mencegah abrasi juga mampu meredam dampak tsunami," katanya.
Diketahui, kegiatan ini merupakan bentuk dukungan upaya Pemerintah menjaga kelestarian alam Nusantara yang dilakukan PPLI menggandeng lembaga pemerhati lingkungan Indonesia CARE dan Aliansi Jurnalis Peduli Lingkungan (AJPLI).
Program sosial dan lingkungan ini mendapatkan dukungan BPBD Jakarta, Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu (TNKS), dan Squad Penanggulangan Bencana Indonesia (PBI).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.