RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum Asosiasi Panasbumi Indonesia (API/INAGA) Julfi Hadi menilai energi panas bumi di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.
Namun, ada beberapa tantangan yang dihadapi seperti biaya awal yang tinggi untuk eksplorasi dan pengembangan serta regulasi yang ada.
Momen Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2024 diharapkan menawarkan solusi dengan mengidentifikasi tantangan dan merumuskan peluang dalam dekade mendatang.
Acara ini yang akan diselenggarakan pada 18 - 20 September 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.
Baca juga : Menko PMK Ingatkan Penanaman Nilai Pancasila Sejak Dini Untuk Masa Depan IKN
Menurut Julfi Hadi, Indonesia sebagai negara dengan potensi panas bumi terbesar di dunia, memiliki potensi hingga 24 GW. Namun, pemanfaatan saat ini baru mencapai 2,4 GW.
Tantangan pengembangan energi panas bumi meliputi risiko eksplorasi yang tinggi, regulasi, teknologi, penolakan masyarakat setempat akibat miskonsepsi pengembangan panas bumi. Untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, diperlukan upaya kolaboratif antara pemerintah, industri dan masyarakat.
"Pendidikan dan sosialisasi yang lebih baik mengenai manfaat dan risiko pengembangan panas bumi dapat membantu mengurangi penolakan masyarakat. Pemerintah juga dapat mempercepat proses birokrasi dan menyediakan insentif untuk mendorong investasi dalam teknologi panas bumi," kata Julfi Hadi dalam penjelasannya, Senin (16/9).
Dengan pendekatan yang holistik dan terkoordinasi, pengembangan energi panas bumi dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam memenuhi kebutuhan energi sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Baca juga : Muzani Ingin Insan PII Jadi Pemimpin Masa Depan
Di sisi lain, peluang pengembangan energi panas bumi mencakup beberapa aspek yang meliputi; penyediaan energi baseload, tidak bergantung pada cuaca dan waktu yang memungkinkan panas bumi menggantikan PLTU karena memiliki karakteristik serupa.
Berkah Indonesia dengan potensi panas bumi terbesar di dunia yang mencapai 24 GW, Masih banyaknya lapangan yang belum dikembangkan memberikan peluang investasi yang sangat terbuka.
"Sebagai energi rendah karbon, pengembangan panas bumi sejalan dengan visi pemerintah dalam mendukung pencapaian target Net Zero Emissions (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat," kata Julfi Hadi.
IIGCE 2024 sendiri saat ini memasuki tahun kesepuluhnya akan menjadi platform penting untuk membahas tantangan dan peluang pengembangan energi panas bumi di dekade berikutnya.
Baca juga : Waspada Hujan Siang Dan Petang! Ini Info BMKG Lengkap Untuk Cuaca Depok Hari Ini
Acara ini akan mempertemukan para ahli, praktisi dan pemangku kepentingan dari seluruh dunia untuk berbagi wawasan dan pengalaman.
Pada IIGCE 2024 akan dilaksanakan beberapa penandatangan penting, termasuk penandatanganan LoA, kontrak EPC dan peluncuran Commercial Operation Date (CoD) yang akan menambah kapasitas terpasang sebesar 922,6 MW.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.