BREAKING NEWS
 

RI Patok Net Zero Emission Tahun 2060

Rosan: Penerapan EBT Kita Tertinggal Target

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Rabu, 18 September 2024 07:00 WIB
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah mengklaim Indonesia memiliki energi terbarukan cukup besar mencapai 3.677 Giga Watt (GW). Energi itu berasal dari tenaga surya, angin, hydro, biomassa, arus laut hingga panas bumi.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, potensi itu dapat membantu Indonesia mencapai cita-cita Net Zero Emission (NZE) pada 2060.

“Saat ini energi yang menggu­nakan Energi Baru Terbarukan (EBT) 14 persen. Padahal target kita pada tahun 2025 sebetulnya 23 persen. Jadi, kita memang ketinggalan dari target-target itu,” kata Rosan dalam detik­com Leaders Forum Menuju Indonesia Hijau: Inovasi Energi dan Sumber Daya Manusia di Jakarta, Selasa (17/9/2024).

Rosan menilai, potensi itu akan tetap menjadi potensi saja jika tidak ada kebijakan yang sifatnya mendukung. Contohnya insentif.

Baca juga : Siap-siap, Warga Latihan Hadapi Gempa Dan Tsunami

“Bagaimana kita bisa beralih ke energi hijau dengan lebih ce­pat, lebih baik, lebih efektif dan lebih efisien,” kata Rosan.

Sementara, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Eniya Listiani Dewi mengatakan, In­donesia memiliki potensi besar dalam pengembangan EBT. Na­mun Indonesia juga dihadapkan dengan berbagai tantangan.

Adsense

Eniya mengatakan, perlu­nya percepatan dalam transisi energi sebagai langkah penting menuju ketahanan energi nasional.

Menurutnya, urgensi transisi energi semakin meningkat, bu­kan hanya untuk menangani pe­rubahan iklim. Tetapi juga demi memperkuat ketahanan energi, meningkatkan kualitas udara dan membangun masa depan yang berkelanjutan.

Baca juga : Manchester City Vs Inter Milan, Duel Para Jawara

Eniya mengatakan, Pemerin­tah telah memberikan dorongan yang signifikan melalui regulasi. Sedangkan perusahaan sektor listrik menjadi kunci utama da­lam menurunkan emisi.

Meski begitu, Eniya mengatakan, Indonesia masih kekurangan pembangkit EBT. Ini menjadi pekerjaan rumah besar menuju target energi ter­barukan pada 2025.

Rencana pengembangan energi terbarukan, lanjut Eniya, men­cakup berbagai aktivitas seperti pembangunan pembangkit EBT sesuai Rencana Usaha Penye­diaan Tenaga Listrik (RUPTL), pengembangan Pembangkit Lis­trik Tenaga Surya (PLTS) Atap, PLTS Wilus, dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Wilus. Termasuk pemanfaatan energi bersih lainnya seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batu­bara dan PLT Gas baru.

Selain itu, penggunaan bahan bakar rendah karbon melalui program konversi BBM ke Liquefied Petroleum Gas (LPG), penggunaan gas alam untuk angkutan umum dan reklamasi sektor pertambangan juga men­jadi prioritas. DIR

Baca juga : Badminton China Open 2024, Ginting Pulangkan Juniornya

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Rabu, 18 September 2024 dengan judul "RI Patok Net Zero Emission Tahun 2060 Rosan: Penerapan EBT Kita Tertinggal Target"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense