Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Pebulutangkis tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting, masih terlalu tangguh bagi “juniornya” Chico Aura Dwi Wardoyo. Ginting menang atas Chico di ajang China Open 2024 2024. Selanjutnya, Ginting ditantang jagoan China, Shi Yu Qi.
“Perang saudara” antara Ginting versus Choco tersaji di babak pertama turnamen 𝘉𝘞𝘍 𝘚𝘶𝘱𝘦𝘳 1000 itu.
Bertanding di Olympic Sports Center Gymnasium Changzhou, China, Selasa (17/9/2024), Ginting menyingkirkan Chico dalam laga dua gim dengan skor 21-18, 21-17.
Usai laga, Ginting menyebut, duelnya melawan Chico kali ini, berlangsung cukup ketat. Keduanya saling kejar-mengejar poin. “Jarak antar poin, walau sempat unggul jauh atau tertinggal jauh, tetap sama-sama tidak putus asa,” kata Ginting.
Baca juga : Manchester City Vs Inter Milan, Duel Para Jawara
Juara China Open 2018 itu menambahkan, mereka sudah saling mengetahui kelebihan dan kelemahan masing-masing. Sehingga strategi mengatasi kondisi lapangan menjadi kunci memenangkan pertandingan itu.
Menurut Ginting, lapangan di Changzhou mirip dengan arena di Hong Kong Open yang baru berakhir akhir pekan lalu. Ada situasi menang dan kalah angin. Meski laju shuttlecock sedikit berbeda.
“Saya mengingat lagi waktu di Hong Kong seperti apa, cara berpikir, cara bermainnya plus lebih dijaga fokus dan ketenangannya,” terangnya.
Di pihak lawan, Chico memuji penampilan Ginting yang lebih siap. Di saat yang sama, dia justru berusaha mengembalikan kepercayaan diri usai French Open 2024. Meski sering latihan bersama, menurut Chico, Ginting lebih siap di laga itu.
Baca juga : Inggris Hargai Indonesia Sebagai Teman Dan Mitra
“Hasil saya setelah French Open 2024 memang tidak bagus, tapi saya mau terus berusaha bangkit,” ucap Chico.
Di babak 16 besar, Ginting sudah ditunggu lawan berat. Yakni, andalan tuan rumah, Shi Yu Qi. Di ajang kali ini, Shi merupakan unggulan teratas.
Melawan Shi bisa disebut sebagai laga melawan “musuh” terberat Ginting di sepanjang kariernya. Bahkan, sejak masih di usia junior. Hal tersebut terlihat dari rekor pertemuan di antara keduanya.
Ginting selalu kalah dari Shi dalam enam pertemuan pertama sejak semifinal Kejuaraan Dunia Junior 2014 hingga semifinal Swiss Open 2019. Ginting kemudian meraih dua kemenangan dalam lima bentrokan berikutnya.
Baca juga : Tes Wawancara Capim KPK Akhirnya Digelar Terbuka
Dua kemenangannya terjadi sudah cukup lama. Yang pertama di di Kejuaraan Dunia 2022. Berikutnya di fase grup BWF World Tour Finals 2023. Semuanya sama-sama harus diraih dengan laga tiga gim. Dengan kata lain, tidak pernah ada kemenangan mudah bagi Ginting saat menundukkan Shi.Kali ini, keuntungan lebih dimiliki Shi. Karena tampil di kandang sendiri.
Dari laga nomor ganda putra, pasangan Indonesia Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin, menang atas Chiu Hsiang Chieh/ Wang Chi-Lin. Fikri/Daniel membungkam wakil Taiwan itu dalam dua gim langsung dengan skor identik 21-13 dan 21-13.
Hasil kemenangan ini membawa Fikri/Daniel melangkah ke babak 16 besar. Di babak tersebut, mereka akan melawan ganda putra nomor satu dunia asal China, Liang Wei Keng/Wang Chang.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu, 18 September 2024 dengan judul Badminton China Open 2024, Ginting Pulangkan Juniornya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya