Dark/Light Mode

Trump Jadi Sasaran Pembunuhan Lagi, Pilpres AS Makin Panas

Selasa, 17 September 2024 08:49 WIB
Capres Amerika Serikat Donald Trump (Foto: Reuters)
Capres Amerika Serikat Donald Trump (Foto: Reuters)

RM.id  Rakyat Merdeka - Capres Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali jadi sasaran pembunuhan. Kali ini, teror terjadi saat Trump sedang bermain golf, di lapangan pribadinya, di West Palm Beach, Florida, Minggu (16/9/2024). Ini teror kedua yang dialami Trump yang membuat Pilpres AS semakin panas.

Sheriff Palm Beach County Ric Bradshaw menerangkan, saat Trump bermain golf, sejumlah agen dinas rahasia berada di dekatnya. Mereka bergerak di sekitar lapangan membuat perimeter keamanan. Namun, petugas tidak bisa mengidentifikasi pelaku yang bersembunyi di balik semak-semak. Sebab, rumput yang mengelilinginya cukup tebal dan tinggi.

Tiba-tiba, senjata laras menyembul dari semak-semak dan melepaskan tembakan ke arah Trump. “Biro Investigasi Federal (FBI) mengatakan, Trump berada 275 hingga 455 meter dari posisi senapan,” ujar Bradshaw, seperti dikutip Reuters, Senin (16/9/2024).

Beruntung, tembakan tersebut meleset. Agen dinas rahasia sempat mengeluarkan tembakan balasan ke arah pelaku, tapi tidak ada yang mengenainya. Pelaku langsung kabur meninggalkan senapan jenis AK-47, dua buah ransel, sebuah teleskop, dan sebuah kamera GoPro.

Baca juga : 21 Oktober Prabowo Lantik Anggota Kabinet

Pelaku kabur menggunakan sebuah mobil Nissan hitam. Seorang saksi yang melihatnya, berinisiatif mengambil foto mobil dan plat nomor pelaku untuk membantu polisi.

Aparat penegak hukum bergerak cepat mengirimkan peringatan di seluruh negara bagian dengan informasi tentang kendaraan pelaku. Tidak butuh waktu lama, pelaku berhasil ditangkap di Jalan Raya I-95. "Kendaraan itu kami hentikan, dan menahan orangnya," kata Bradshaw.

Berdasarkan informasi dari aparat keamanan setempat, pelaku bernama Ryan Wesley Routh, asal Hawaii. Pria 58 tahun tersebut diketahui punya catatan kriminal.

Menurut sumber CBS, Ryan didakwa dan dihukum atas sejumlah tindak pidana di Guilford County di North Carolina antara 2002 dan 2010. Tindak pidana tersebut termasuk membawa senjata tersembunyi, menolak penangkapan oleh petugas polisi, mengemudi dengan SIM yang dicabut, memiliki barang curian, dan melakukan tabrak lari.

Baca juga : Pilgub DKI Bisa Satu Putaran

Ini merupakan upaya pembunuhan kedua yang dialami Trump dalam pencalonannya di Pilpres AS 2024. Sebelumnya, upaya pembunuhan terhadap Trump terjadi pada 13 Juli 2024, saat berkampanye di Pennsylvania.

Dalam insiden itu, Trump menderita luka tembak di telinga kanannya. Sementara, satu orang pendukungnya yang ikut di barisan massa, meninggal dunia. Pelakunya, diidentifikasi bernama Thomas Crooks, langsung ditembak mati oleh penembak jitu dinas rahasia.

Mengenai upaya pembunuhan kedua kalinya, Trump telah mengeluarkan pernyataan resmi. Trump menegaskan, dalam kondisi baik-baik saja. 

“Suara tembakan di sekitar saya, tetapi sebelum rumor mulai menyebar tak terkendali, saya ingin Anda mendengar ini terlebih dahulu: saya aman dan sehat!" tulis Trump, di akun media sosialnya.

Baca juga : Masih Banyak Yang Tergiur PMI Ilegal

Mendengar Trump baik-baik saja, Presiden AS Joe Biden lega. Gedung Putih mengatakan, Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris telah diberi pengarahan tentang insiden tersebut. Saat kejadian, Biden dan Harris sedang berada di Washington DC.

Biden memuji kinerja Secret Service dan petugas keamanan dalam upayanya mengamankan Trump. Pihaknya mendukung penyelidikan untuk mengumpulkan lebih banyak detail kejadian.

Biden juga mengerahkan tim untuk memastikan Dinas Rahasia AS memiliki semua sumber daya, kemampuan, dan tindakan perlindungan yang diperlukan untuk memastikan keselamatan mantan presiden tersebut. Sementara, Kamala merasa terganggu dengan kejadian tersebut. Ia mengutuk kekerasan politik setelah adanya upaya pembunuhan terhadap Trump. BYU/MEN

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.