BREAKING NEWS
 

Hilirisasi Banyak Membawa Berkah, Investasi Naik & Serap Ratusan Ribu Tenaga Kerja

Reporter : BHAYU AJI PRIHARTANTO
Editor : UJANG SUNDA
Senin, 23 September 2024 08:15 WIB
Dua pekerja MIND ID tengah memproses hilirisasi mineral hasil tambang menjadi barang jadi atau setengah jadi. (Foto: MIND ID)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hilirisasi industri banyak membawa berkah buat iklim investasi dalam negeri. Sejak aturannya dituangkan Pemerintah lewat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, nilai investasi hilirisasi terus bertambah tiap tahunnya.

Berdasarkan data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi di bidang hilirisasi pada semester I-2024 mencapai Rp181,4 triliun. Angka ini 21,9 persen dari total realisasi investasi semester I-2024. Khusus investasi di sektor nikel, sebesar Rp 80,9 triliun.

Singapura menjadi negara yang paling banyak berinvestasi di Indonesia. Pada semester I-2024, negeri singa itu mengucurkan 8,9 miliar dolar AS. Disusul China 3,9 miliar dolar AS dan Hongkong 3,8 miliar dolar AS.

Ada beberapa sektor yang jadi target Penanaman Modal Asing (PMA). Paling besar ada di sektor sekunder yakni industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar 7,1 miliar dolar AS. Kemudian sektor primer yakni pertambangan sekitar 2,3 miliar dolar AS.

Baca juga : MotoGP Italia, Bastianini Rajai Emilia-Romagna

Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani terus menggenjot investasi untuk sektor ini. Setelah dilantik pada Agustus 2024, dia langsung terbang ke Singapura mencari investor baru dengan target di atas 63,17 miliar dolar AS.

“Yang menjadi prioritas pemerintah ke depannya adalah sektor hilirisasi sumber daya alam, energi bersih, kesehatan, dan pengembangan sumber daya manusia,” terang Rosan.

Investasi dari China dan Hong Kong juga sangat besar. Sepanjang 2023, investasi China mencapai 5,6 miliar dolar AS dan Hong Kong 5,2 miliar dolar AS. Investasi dari kedua negara melonjak dalam 10 tahun terakhir, sejalan dengan program hilirisasi pemerintahan Presiden Jokowi.

Adsense

Salah satu investasi China di Indonesia adalah Tsingshan Holding Group. Perusahaan ini menanamkan modalnya setelah meneken perjanjian kerja sama dengan bisnis lokal Bintang Delapan Group dan PT Sulawesi Mining Investment. Dari hasil kerja sama ini, berdiri PT Indonesia Morowali Industrial Park (PT IMIP) di Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah.

Baca juga : Prabowo Di-back Up Presiden Ke-6 Dan 7

Dengan PMA yang menggarap proyek hilirisasi di dalam negeri, ratusan ribu tenaga kerja berhasil diserap. Berdasarkan catatan Kementerian Investasi/BKPM, pada kuartal-I 2024, tenaga kerja Indonesia terserap sejumlah 219.346 orang. Kemudian, pada kuartal II-2024, meningkat menjadi 267.494 orang.

Presiden Jokowi bersyukur, karena langkah hilirisasi yang dicanangkannya membawa berkah. Baik industri di sektor mineral seperti nikel dan bauksit, maupun sektor agro seperti kelapa sawit.

Hasilnya sudah terlihat, mulai dari meningkatnya devisa negara, aliran investasi, nilai tambah produk, dan penciptaan lebih banyak lapangan kerja, yang semuanya berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat. Dan yang paling penting, kebijakan hilirisasi adalah aksi unjuk gigi di depan negara-negara industri maju.

"Alhamdulillah, sampai saat ini telah terbangun smelter dan industri pengolahan untuk nikel, bauksit, dan tembaga yang membuka lebih dari 200 ribu lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan negara Rp 158 triliun selama 8 tahun ini," papar Kepala Negara, dalam pidato di Sidang Tahunan MPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2024).

Baca juga : Puan Buka Kemungkinan PDIP Dukung Pemerintah

Meski kebijakan tersebut berulang kali ditekan negara-negara Uni Eropa, yang menggugat Indonesia ke World Trade Organisation (WTO) atas tuduhan proteksionisme komoditas bijih nikel, program hilirisasi tetap menjadi langkah strategis ekonomi-politik. Jokowi menyampaikan, hilirisasi adalah mesin pertumbuhan (engine of growth) yang memanfaatkan keunggulan komparatif Indonesia untuk sejajar dengan negara-negara industri maju.

"Sebagai bangsa yang berdaulat, sebagai bangsa yang besar, kita tidak goyah, bahkan terus maju melangkah,” tegas Jokowi.

Sejak awal, Jokowi mengatakan, Pemerintah Indonesia hanya menginginkan semua kekayaan di Tanah Air dapat dikelola sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat serta dapat dimanfaatkan semaksimalnya untuk kesejahteraan warga. Hal itu ditempuh dengan mengambil langkah besar untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah dengan tidak lagi mengekspor bahan mentah.

“Digugat di WTO, kalah, kita jalan terus. Karena inilah yang akan melompatkan Indonesia dari negara berkembang menjadi negara maju,” tegas Jokowi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense