Sebelumnya
Handi bilang, saat ini kawasan industri halal baru ada tiga. Yaitu Halal Industrial Park Sidoarjo, Bintan Inti Halal Hub dan Modern Halal Cikande.
Dia berharap, industri halal harus masuk dalam kebijakan negara, sehingga menjadi bagian yang menyatu dan strategis.
Bahkan, harus diberikan ruang dan fasilitas pada keuangan dan perbankan syariah agar bisa berkembang.
Baca juga : Masyarakat Kembangan Utara Lepas Nyamuk Ber-Wolbachia
“Kami mendorong regulasi payung (Omnibus Law) untuk percepatan ekonomi dan keuangan syariah,” katanya.
Secara global, sambung Handi, ada lebih dari 2 miliar konsumen Muslim di seluruh dunia. Diperkirakan transaksi di sektor halal diperkirakan mencapai 2,29 triliun dolar Amerika Serikat (AS) atau tumbuh 9,5 persen.
Handi lalu menggarisbawahi impor produk halal dari negara-negara Organisasi Kerja sama Islam (OKI) mencapai 359 miliar dolar AS pada 2022. Namun sebagian besar produk halal yang masuk, malah berasal dari negara-negara. Seperti China, India, Brazil dan AS.
Baca juga : Deportivo Alaves Vs Barcelona, Ujian Berat Lewandowski
Diperkirakan, impor produk halal ke OKI akan mencapai 492 miliar dolar AS pada 2027 dengan rata-rata pertumbuhan 7,6 persen.
“OKI kini juga fokus pada ekonomi Islam sebagai prioritas pembangunan. Malaysia, Arab Saudi dan Indonesia ini menjadi tiga negara terbesar dalam Global Islamic Economy Indicator,” tuturnya.
Di kesempatan yang sama, UBD School of Business and Economics Universiti Brunei Darussalam Mohammad Nabil Almunawar mengatakan, pasar halal food sangat besar, karena sekitar 25 persen secara global pada 2023 adalah umat Muslim. Diperkirakan nilai pasarnya mencapai 7,2 triliun AS pada 2020 dan bertambah tiap tahunnya sebanyak 5,6 persen.
Baca juga : Bawa Red Sparks Ke Fibal Voli KOVO Cup 2024, Megatron Trengginas
“Pasar tersebut selama ini diambil oleh sebagian besar umat non Muslim. Ini suatu tantangan, bagaimana kita bisa memanfaatkan untuk kepentingan dan kemakmuran masyarakat Muslim,” katanya. DWI
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Minggu, 6 Oktober 2024 dengan judul "Market Share Baru 7 Persen, Pemerintah Diminta All Out Dukung Keuangan Syariah"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.