Dark/Light Mode

Dukung Pemberantasan DBD

Masyarakat Kembangan Utara Lepas Nyamuk Ber-Wolbachia

Minggu, 6 Oktober 2024 06:50 WIB
Tim kesehatan Puskesmas Kecamatan Kembangan melayani skrining kesehatan warga RW 07 Kembangan Utara, Jakarta Barat, Jumat (4/10/2024).  (Foto: Istimewa)
Tim kesehatan Puskesmas Kecamatan Kembangan melayani skrining kesehatan warga RW 07 Kembangan Utara, Jakarta Barat, Jumat (4/10/2024). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyebar ribuan ember berisi telur nyamuk ber-Wolbachia, Jumat (4/10/2024). Kegiatan ini sebagai upaya penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD).

Taman Agro Eduwisata GSG RW 07, Kelurahan Kembangan Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, dipilih menjadi lokasi pertama implementasi program Wolbachia di Jakarta.

Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto mengatakan, rang­kaian kegiatan penanggulangan DBD dengan metode Wolbachia di Jakarta Barat sudah dimulai sejak 2023, ketika wilayahnya dinyatakan sebagai salah satu lokasi implementasi program tersebut.

Baca juga : Deportivo Alaves Vs Barcelona, Ujian Berat Lewandowski

Uus bilang, pihaknya telah melakukan pelatihan bagi para kader Jumantik (Juru Pemantau Jentik) agar dapat membantu pemahaman warga terhadap pro­gram ini. Sosialisasi dan edukasi juga dilakukan secara masif di seluruh wilayah Jakarta Barat dengan berbagai metode.

“Baik tatap muka langsung, media sosial, webinar, pembe­rian leaflet, serta melalui kanal informasi lainnya,” kata Uus.

Uus mengungkapkan, pihak­nya juga melakukan pendataan OTA (Orang Tua Asuh) yang bersedia dititipkan ember berisi telur nyamuk ber-Wolbachia.

Baca juga : Bawa Red Sparks Ke Fibal Voli KOVO Cup 2024, Megatron Trengginas

Hingga kini, jumlah OTA di wilayah Kembangan Utara sebanyak 1.185 orang. Mereka adalah anggota masyarakat yang telah memahami tugasnya untuk menjaga ember-ember berisi telur nyamuk ber-Wolbachia.

Kecamatan Kembangan di­pilih sebagai lokasi pertama pelepasan nyamuk ber-Wol­bachia karena memiliki angka DBD tertinggi pada 2023 dengan insidens rate 54,1 per 100.000 penduduk.

“Masyarakat (Kembangan) dikenal guyub dan suka ber­gotong royong. Warga di sini menerima dengan baik pelepas­an nyamuk Aedes Aegypti ber-Wolbachia,” ujarnya.

Baca juga : KPK Sita Tujuh Mobil Dan Uang Rp 1 Miliar

Uus juga memaparkan, pe­ningkatan kasus DBD di Jakarta Barat pada 2024 telah terjadi mulai Februari dan mencapai puncaknya pada April sebanyak 799 kasus.

Pada Maret sampai Juni 2024, jumlah kasus berada di atas nilai maksimal lima tahun terakhir. Selanjutnya, kasus mulai menu­run pada Juli dan September tercatat sebanyak 73 kasus.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.