RM.id Rakyat Merdeka - Badan Pusat Statistik (BPS) kembali mencatat deflasi pada September 2024 sebesar 0,12 secara bulanan atau month to month (mtm). Dengan demikian, deflasi sudah berlangsung selama 5 bulan berturut-turut sejak Mei 2024.
Meski deflasi merefleksikan daya beli masyarakat yang sedang lesu, Pemerintah memastikan perekonomian nasional tetap bergerak dengan baik.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, deflasi yang terjadi selama lima bulan berturut-turut merupakan hasil kerja keras Pemerintah menekan inflasi.
“Inflasinya turun, sehingga terjadi deflasi. Ini karena ada extra effort oleh Pemerintah untuk menurunkan harga kelompok bahan makanan yang harganya bergejolak (volatile food). Seperti beras, Pemerintah melakukan importasi untuk menjaga stok,” jelas Airlangga di Jakarta, Rabu (2/10/2024).
Baca juga : Pemerintah Diminta All Out Dukung Keuangan Syariah
Menurut mantan Menteri Perindustrian itu, inflasi yang turun kerap ditandai dengan deflasi. Karena itu, apa yang terjadi saat ini merupakan bukti Pemerintah terus berupaya menekan inflasi.
Salah satu caranya dengan mengendalikan harga pangan. Karena menurut Airlangga, naik turunnya harga pangan mampu menyumbang angka inflasi yang cukup besar.
Politisi Partai Golkar itu memastikan kalau ekonomi Indonesia saat ini masih dalam kondisi baik. Berbagai indikator ekonomi juga tetap bergerak positif, seperti inflasi yang masih berada dalam rentang 2,5 persen plus minus 1 persen.
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Agustus 2024 juga meningkat menjadi 124,4 dari 123,4 pada bulan sebelumnya.
Baca juga : Masyarakat Kembangan Utara Lepas Nyamuk Ber-Wolbachia
Selain itu, posisi cadangan devisa Indonesia juga mengalami peningkatan pada akhir Agustus 2024, menjadi 150,2 miliar dolar ASdari 145,4 miliar dolar ASpada akhir Juli 2024.
“Kalau ekonomi tidak bergerak, cadangan devisa tidak bertambah. Apalagi kita baru mengeluarkan pengaturan Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang terbukti bisa mempertahankan jumlah dolar di dalam negeri,” ujarnya.
Kemudian, rupiah juga berhasil ditekan ke level Rp 15.300 setelah sebelumnya pernah menembus Rp 16.000.
“Itu membuktikan ekonomi bergerak. Kita harus melihat secara keseluruhan,” ujar Airlangga.
Baca juga : Deportivo Alaves Vs Barcelona, Ujian Berat Lewandowski
Kedepan, kata Airlangga, Pemerintah akan terus memastikan pasokan pangan yang cukup, menjaga kestabilan harga dan mendorong pemulihan sektor-sektor vital seperti industri manufaktur, konstruksi dan pertanian.
“Dengan berbagai upaya dan kebijakan yang telah dilakukan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan Bank Indonesia, diharapkan dapat mendukung stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi dapat terus terjaga,” katanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.