RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) menyakini, target rasio kewirausahaan tahun ini bisa menembus 4 persen, meskipun saat ini baru mencapai 3,35 persen dengan pertumbuhan wirausaha positif sebesar 2,05 persen.
“Untuk menjadi negara maju, minimum rasio kewirausahaan itu mencapai 4 persen. Kami berharap wirausaha lahir itu by design bukan by accident, memiliki business plan, sehingga diharapkan bisa mengembangkan usaha dan menimbulkan ekonomi baru,” kata Deputi Bidang Kewirausahaan Kemenkop UKM Siti Azizah dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (14/10/2024).
Dalam mewujudkan target tersebut, ia mengaku terus berupaya menggulirkan sejumlah program dan kebijakan. Setidaknya menurut Siti Azizah, terdapat lima fase inovasi untuk pengembangan kewirausahaan di Indonesia (2020-2024).
Pertama, fase awal mendobrak tantangan (2019) di mana pada awal kepemimpinan Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki, kewirausahaan sebesar 3,21 persen dengan pertumbuhan wirausaha positif mencapai 1,71 persen.
Fase kedua, fase Covid-19, dengan munculnya pandemi Covid-19 (2020), memukul keras sektor usaha di Indonesia yang menyebabkan Rasio Kewirausahaan di Indonesia turun menjadi 2,93 persen, serta pertumbuhan wirausaha di Indonesia menjadi minus 7,16 persen.
Baca juga : Kemenkop UKM Dorong Koperasi Jadi Konsolidator Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat
Fase ketiga, merupakan fase adaptasi, mengubah dari krisis menjadi inovasi (2020-2021), terjadinya penurunan rasio dan pertumbuhan kewirausahaan yang negatif, memunculkan inisiasi dari Kemenkop UKM untuk menata struktur dengan membentuk Unit Kerja Eselon I baru yang bertugas untuk mendorong pengembangan kewirausahaan nasional.
Lalu fase keempat, Siti Azizah menyebutnya sebagai fase reset (Menata Ulang Memperbaiki Harapan/2021-2023), dilakukan penguatan regulasi kewirausahaan melalui Peraturan Presiden No 2 Tahun 2022 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional (PKN) 2021-2024.
“Melalui regulasi ini terbentuk Rencana Aksi Kolaboratif 27 Kementerian/Lembaga (K/L) untuk Pengembangan Kewirausahaan Nasional,” ungkapnya.
Pada fase ini juga dibentuk berbagai Konsep penciptaan Wirausaha by Design mulai diimplementasikan. Seperti Entrepreneur Hub, Entrepreneur Development, Inkubasi Usaha dan Entrepreneur Financial Fiesta (EFF).
Khusus dalam Entrepreneur Financial Fiesta, Deputi Kewirausahaan juga mengkaji beberapa instrumen pembiayaan dan investasi. Mencari pembiayaan altrenatif di luar pembiayaan perbankan, mulai dari Securities Crowdfunding (SCF) hingga modal ventura.
Baca juga : Industri MICE Menguat, Dyandra Optimistis Pendapatan Tumbuh 15 Persen
“Modal ventura memberikan alternatif penyertaan modal bukan pembiayaan. Venture capital based ini melakukan pendampingan 3 tahun di awal. Investasi ini dilakukan dalam waktu tertentu. Dengan EFF, KemenKopUKM membantu wirausaha yang butuh tambahan modal,” ungkapnya.
Untuk itu, Kemenkop UKM juga membentuk platform Entrepreneur Hub (EHub) yang mempertemukan pelaku usaha atau startup kepada resources.
Mulai dari perbankan, bahan baku, komunitas maupun inkubator. Melakukan konsultasi hingga pendampingan, bagaimana mengembangkan usaha dengan membuka networking seluas-luasnya.
“Di mana hal ini bisa pada akhir Fase Reset (2023), rasio kewirausahaan mencapai sebesar 3,04 persen dengan peningkatan signifikan pertumbuhan wirausaha positif mencapai 9,31 persen,” ucapnya.
Fase kelima, Fase Keberlanjutan menuju wirausaha maupun startup go global (2024). Terdapat inisiasi Kemenkop UKM untuk mendukung Startup Go Global yang diharapkan dapat menciptakan Startup yang dapat berdaya saing bukan hanya dipasar domestik tetapi juga di pasar Internasional.
Baca juga : Jelang Akhir Masa Jabatan, Kepuasan Terhadap Jokowi Tembus 75 Persen
Termasuk fasilitasi Startup Go Global telah diberikan kepada startup terpilih di Indonesia untuk belajar Pengembangan Startup di Australia, Korea Selatan (Korsel), Jepang dan Belanda.
“Pencapaian Rasio Kewirausahaan pada Fase Akhir Pemerintahan mencapai 3,35 persen, dengan pertumbuhan wirausaha Positif 2,05 persen,” tuturnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.