RM.id Rakyat Merdeka - Kinerja sektor investasi era Pemerintahan Jokowi selama 10 tahun memuaskan. Realisasinya mencapai Rp 9.117,4 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 13.836.775 orang.
Angka ini melebihi target Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Investasi/BKPM. Capaian ini menunjukkan keberhasilan kebijakan yang dijalankan dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Baca juga : Ekonomi RI Tumbuh Baik Jadi Modal Tarik Investor
“Dalam 10 tahun terakhir, kestabilan ekonomi dan politik telah meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Investasi adalah komitmen jangka panjang, sehingga kestabilan sangat penting,” ungkap Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani pada konferensi pers terkait Realisasi Investasi Triwulan III 2024 dan Capaian Investasi 10 Tahun Pemerintahan Jokowi di Jakarta, Selasa (15/10/2024).
Rosan mengungkapkan, selama satu dekade, sektor manufaktur menjadi pilar penting dalam pertumbuhan ekonomi. Sektor ini mengalami perkembangan signifikan. Hal ini menunjukkan peran strategis manufaktur sebagai motor penggerak ekonomi nasional. Ke depan, ditegaskan Rosan, fokus akan terus diarahkan untuk menguatkan sektor ini agar kontribusinya terhadap investasi dan penciptaan lapangan kerja semakin besar.
Baca juga : Proyek Infrastruktur Pejalan Kaki Digeber
“Pertumbuhan manufaktur mencapai 15,5 persen selama 10 tahun terakhir. Sektor ini memiliki pertumbuhan yang cukup tinggi dan perlu terus didorong ke depan,” tegas Rosan.
Lanjutkan Tren Positif
Capaian realisasi investasi khusus triwulan III (Juli-September) 2024 yang dibeberkan Rosan, menunjukkan tren positif. Kementerian Investasi/BKPM mencatat realisasi investasi triwulan III sebesar Rp 431,48 triliun atau meningkat 15,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Rinciannya sebagai berikut, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada triwulan III naik 11,62 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dari Rp 178,20 triliun menjadi Rp198,83 triliun. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) naik 18,55 persen, dari Rp196,20 triliun menjadi Rp232,65 triliun, dengan kontribusi PMA mencapai 53,92 persen dari total investasi.
Baca juga : Takluk Dari Tuan Rumah China, STY Tegaskan Bukan Akhir Dari Segalanya
Lima besar negara PMA adalah Singapura (5,50 miliar dolar AS), Hong Kong (2,24 miliar dolar AS), Tiongkok (1,86 miliar dolar AS), Malaysia (0,99 miliar dolar AS), dan Amerika Serikat (0,84 miliar dolar AS).Berdasarkan sektor usaha, investasi terbesar berasal dari sektor Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi (Rp 58,04 triliun), diikuti oleh Industri Logam Dasar (Rp 55,87 triliun), Pertambangan (Rp 44,64 triliun), Industri Kimia dan Farmasi (Rp31,61 triliun), serta Industri Makanan (Rp 31,30 triliun).
Khusus sektor hilirisasi menyumbang Rp 91,51 triliun atau 21,2 persen dari total realisasi triwulan tersebut. Angka realisasi tersebut tidak hanya berkontribusi pada pemenuhan 26,15 persen dari total target investasi tahun 2024, namun juga menjadi wadah bagi penyerapan tenaga kerja Indonesia sebanyak 650.172 orang.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.