Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
16 Menteri & 9 Wamen Lanjutkan Tugas
Kabinet Jokowi Diteruskan Prabowo
Rabu, 16 Oktober 2024 08:48 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sebanyak 16 menteri di pemerintahan Presiden Jokowi dipakai Presiden terpilih, Prabowo Subianto, untuk masuk kabinetnya. Jokowi amat senang dengan hal ini. Menurut Jokowi, dipakainya menteri-menteri tersebut menunjukkan adanya keberlanjutan.
Ke-16 menteri di pemerintahan Jokowi yang dipakai lagi Prabowo adalah Erick Thohir (Menteri BUMN), Budi Gunadi Sadikin (Menteri Kesehatan), Sri Mulyani (Menteri Keuangan), Airlangga Hartarto (Menko Perekonomian), Zulkifli Hasan (Menteri Perdagangan), Bahlil Lahadalia (Menteri BUMN), Budi Arie Setiadi (Menteri Komunikasi dan Informatika), Agus Gumiwang Kartasasmita (Menteri Perindustrian), Dito Ariotedjo (Menteri Pemuda dan Olahraga), Agus Harimurti Yudhoyono (Menteri ATR/Kepala BPN), Saifullah Yusuf (Menteri Sosial), Tito Karnavian (Menteri Dalam Negeri), Pratikno, Sakti Wahyu Trenggono (Menteri Kelautan dan Perikanan), Amran Sulaiman (Menteri Pertanian), dan Rosan Roeslani (Menteri Investasi/Kepala BKPM)
Selain itu, ada dua wakil menteri (wamen) era Jokowi yang berpeluang naik kelas menjadi menteri/setara menteri. Keduanya adalah Raja Juli Antoni (Wamen ATR/Wakil Kepala BPN) dan M Herindra (Wakil Menteri Pertahanan). Raja Juli dan Herindra dipanggil Prabowo bertepatan dengan waktu penjaringan menteri.
Selanjutnya, ada tujuh wamen lain di era Jokowi yang dipanggil Prabowo. Mereka adalah Thomas Djiwandono (Wakil Menteri Keuangan), Suahasil Nazara (Wakil Menteri Keuangan), Kartika Wirjoatmodjo (Wakil Menteri BUMN), Yuliot Tanjung (Wakil Menteri Investasi/Wakil Kepala BKPM), Nezar Patria (Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika), Angga Raka Prabowo (Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika), dan Afriansyah Noor (Wakil Menteri Ketenagakerjaan).
Baca juga : Soal Masuk Kabinet, Banteng Pecah 3
Jokowi meyakini, keputusan Prabowo yang kembali memakai banyak menterinya, juga wamennya, sudah melalui pertimbangan yang matang dan seleksi yang ketat. Terlebih, Prabowo juga merupakan menteri Jokowi sejak 2019 sampai sekarang, sehingga sudah paham dengan kinerja para menteri yang lain.
"Beliau bergaul dan berinteraksi dengan para menteri selama lima tahun,” ucap Jokowi, di Aceh Besar, Aceh, Selasa (15/10/2024).
Khusus untuk tim ekonomi, Jokowi melihat, hampir semuanya dipanggil Prabowo. Jokowi senang, karena hal ini menunjukkan akan adanya keberlanjutan kinerja Pemerintah. “Namanya keberlanjutan," imbuhnya.
Jokowi memastikan, tidak ikut-ikutan dalam seleksi menteri yang dilakukan Prabowo. Sebab, Prabowo sebagai Presiden terpilih, punya hak prerogatif membentuk kabinetnya sendiri.
Baca juga : Hari Ini, Calon Menteri Dan Wamen Dikumpulkan Di Hambalang
"Itu adalah hak prerogatif Presiden terpilih Bapak Presiden Jenderal TNI Purnawirawan Prabowo Subianto. Siapa pun yang dipilih, kita semuanya menghargai," ucapnya.
Sebelumnya, Prabowo mengakui bahwa banyak menteri di kabinet Jokowi yang keren-keren. Karena itu, Prabowo tak ragu kembali memakai menteri-menteri terbaik di era Jokowi di kabinetnya nanti.
"Pak Jokowi mencari yang terbaik, saya pun demikian. Kalau kebetulan orangnya masih bagus, pasti kita akan minta untuk ikut lagi," ujar Prabowo, saat berpidato di acara BNI Investor Daily Summit, di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Rabu (9/10/2024).
Prabowo ingin orang-orang terbaik yang masuk dalam kabinetnya. Dalam mencari figur yang tepat ini, Prabowo takkan melihat latar belakang orang-orang tersebut. Baik dari sisi keluarga, agama, suku, dan ras. Yang akan dilihat Prabowo adalah kemampuan dan kapasitas orang tersebut.
Baca juga : Kalah 2-1 Dari China, Garuda Jangan Patah Semangat
“Dia mampu atau tidak, dia bisa atau tidak, dia berjuang atau tidak. Mampu nggak dia deliver, mampu nggak dia berbuat yang terbaik untuk bangsa dan rakyat. Nah, itu yang kita cari," jelasnya.
Pengamat politik dari Universitas Airlangga, Prof Kacung Marijan menilai, banyaknya menteri atau wakil menteri di era Jokowi yang dipakai Prabowo mengindikasikan dua hal.
Pertama, Prabowo ingin menunjukkan kepada publik mengenai komitmennya melanjutkan program-program Jokowi selama ini. Dengan mengangkat menteri-menteri era Jokowi, keberlanjutkan tersebut lebih mudah.
Kedua, meski Jokowi tak melakukan intervensi, tapi pengaruhnya di pemerintahan Prabowo sangat besar. Apalagi, sebelum penyusunan kabinet tersebut, Prabowo dua kali bertemu Jokowi. “Pak Jokowi punya pengaruh besar pada penyusunan kabinet Pak Prabowo," ucap Prof Kacung, kepada Rakyat Merdeka, Selasa (14/10/2024).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya