BREAKING NEWS
 

Optimalisasi Produk, BSI Genjot Tabungan Haji Dan Cicil Emas

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Senin, 21 Oktober 2024 15:55 WIB
Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna (kanan). (Foto: Dok. BSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Sales & Distribution PT Bank Syariah Indonesia atau BSI Anton Sukarna mengatakan, BSI berupaya terus mendorong mesin pertumbuhan sebagai penopang kinerja perusahaan.

Salah satunya, optimalisasi produk seperti tabungan dan cicil emas. Hingga Agustus 2024, omzet gadai emas di BSI melonjak 22,1 persen yoy menjadi Rp 13,3 triliun.

Produk cicil emas juga tumbuh signifikan sebesar 169,4 persen mencapai Rp 3,8 triliun.

“Produk emas ini, jadi salah satu produk untuk mendukung pertumbuhan perbankan tersebut untuk tahun 2024,” kata Anton dalam acara Communication Summit 2024, di Bali, Jumat (18/10/2024).

Baca juga : Optimalisasi Dana Zakat, BSI Resmikan Sentra UMKM Di Bedugul

Bisnis emas, sambung Anton, mengalami pertumbuhan yang luar biasa, menjadi alat orang untuk berinvestasi dibanding dengan alat instrumen lainnya.

Selain produk emas, BSI juga mendorong pertumbuhan dana wadiah dan tabungan haji yang akan menumbuhkan DPK dengan memperoleh sumber-sumber dana murah.

Adsense

“Dari 240 juta umat muslim, sekitar 10,9 jutanya tabungan haji berada di BSI atau sekitar 52,91 persen dari total jumlah nasabah BSI yang mencapai 21 juta,” ujar Anton.

Kemudian tabungan wadiah, dengan akad wadiah atau memiliki skema penitipan. Di BSI mengalami pertumbuhan sebesar 20,97 persen.

Baca juga : KAI Properti Optimalkan Layanan di Stasiun Pasar Senen dengan Fasilitas Modern

Per Juni 2024, nilai tabungan wadiah di BSI mencapai Rp 49,95 triliun. Jumlah itu merupakan 78,59 persen dari total tabungan wadiah industri perbankan syariah yang angkanya mencapai Rp 63,56 triliun.

Tak hanya itu, Anton mengungkapkan, BSI juga terus mendorong pertumbuhan baru melalui optimalisasi produk pada 20 juta nasabah BSI.

“Kami melihat, rata-rata satu nasabah baru punya dua rekening seperti tabungan dan pinjaman misalnya. Maka, kami dorong untuk memanfaatkan produk lain di BSI. Karena BSI punya customer value seperti payroll, yang mencapai 1,5 juta nasabah,” ungkapnya.

BSI juga gencar menjadikan bisnis bank dari bank konsumer ke transaksional. Masuk ke ranah digital dengan mengembangkan lebih banyak lagi tool di market, mendorong penggunaan QRIS (Quick Response Indonesian Standard), EDC (Electronic Data Capture), ATM (Anjungan Tunai Mandiri), CRM (Cash Recycle Machine) dan lainnya.

Baca juga : Genjot Kualitas Produk, Pelaku UMKM Terapkan Strategi Packaging dan Branding

“Optimalisasi produk-produk tersebut, kami juga mengandalkan agen laku pandai perseroan melalui BSI Agen,” pungkas Anton.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense