RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia Entrepreneur Challenge (IEC) 2024 yang digelar Tempo Media Group sukses menjaring sebanyak 30 pelaku usaha yang meraih apresiasi sekalligus penghargaan.
Ketua Dewan Juri IEC 2024 Wahyu Dhyatmika mengatakan, dalam arahan dari Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki sebelumnya, menjadi pegangan IEC ke depan.
IEC merupakan perhelatan yang diselenggarakan setiap tahun sebagai gerakan bersama untuk meningkatkan kualitas procurement dalam berbagai bidang usaha, sekaligus untuk menciptakan sebuah standar kualitas kewirausahaan di Indonesia.
“Ada tiga objektif utama yang diharapkan terjadi dari kegiatan ini. Kami ingin UMKM bisa Go Digital, juga Go Global, dan Bankable,” ujar Wahyu dalam keterangan resmi, Selasa (22/10/2024).
Wahyu mengatakan, pelaku usaha yang mengikuti kompetisi ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Tahun ini ada peningkatan sebesar 7 persen, dari yang sebelumnya 58.444 pada tahun lalu menjadi 62.808 pelaku usaha yang mendaftar dari 37 provinsi.
“Jumlah ini cukup fantastis karena kami menjaring tidak hanya secara organik melalui media sosial tetapi juga dikirimkan oleh para pemerintah daerah yang menjadi mitra Tempo dalam penyelenggaraan IEC setiap tahunnya,” katanya.
Adapun proses penjurian dimulai sejak April dan di Agustus sudah dimulai diskusi dengan para dewan juri yang terdiri dari Tempo, Orbitin, dan tiga kementerian yakni Kementerian Sosial, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Kementerian Koperasi dan UKM.
Baca juga : Jelang Pilkada 2024, Polres Jayapura Siagakan 100 Personel Di Berbagai Titik
Pada tahap awal, kata Wahyu, dari sekitar 62 ribu peserta dipilih 200 besar kemudian dikurasi menjadi 100. Kemudian kami memilih berdasarkan tiga kategori utama yakni maksimal 40 tahun, usaha berjalan minimal 1 tahun, dan memiliki rencana bisnis ke depan.
“Namun, tak hanya itu, para peserta juga harus representative dari seluruh daerah di Indonesia,” ungkapnya.
Terdapat 9 kategori usaha yang muncul dari proses penjurian yakni fesyen, digital, agrobisnis dan lingkungan, perawatan tubuh dan kosmetik, pendidikan, teknologi terapan, energi baru terbarukan, alat rumah tangga dan produk kreatif, serta yang paling banyak pesertanya yakni kuliner.
Dalam perhelatan ini IEC juga memberikan dua apresiasi secara khusus kepada pemda yang membina UMKM secara mikro yang unik dan memiliki dampak sosial yang signifikan, serta terdapat kategori khusus UMKM penerima PENA dari Kementerian Sosial.
“Karena dari pahlawan ekonomi Nusantara juga ada beberapa yang kami nilai layak untuk mendapatkan apresiasi,” katanya.
Menurut Wahyu dari 100 besar peserta ini akan diteruskan dengan workshop bersama mitra dan pakar untuk menguatkan strategi bisnis peserta ke depan.
“Harapannya nanti terakhir kita akan membuat sesi investor pitching yang kami adakan di ujung program,” ucapnya.
Baca juga : IICC 2024, Momentum Indonesia Perkuat Langkah Perangi Kanker
Sementara itu, Direktur Utama Tempo Inti Media Harian Meiky Sofiansyah mengatakan IEC bukan hanya sekadar memberi apresiasi. Semua yang terjadi dalam seleksi mendapatkan apresiasi akan dapat aktivitas lanjutan.
“Mereka akan dapat pendampingan, akselerasi untuk penguatan kapasitas manajemen strategi, dan segala macam yang nantinya akan dilakukan bersama-sama oleh Tempo,” tuturnya.
Acara yang masih sempat dibuka oeh Menkop UKM Teten Masduki ini mengatakan, Indonesia, memiliki potensial besar karena menduduki peringkat ke-6 dengan jumlah start up terbanyak di dunia.
Total 2.562 start up mengalahkan Jerman dan Perancis (Start up Ranking, 2024) yang 69,2 persen didirikan oleh anak muda berusia 25-38 tahun (Kominfo, 2023).
“Tren pertumbuhan wirausaha kita juga membaik, di tahun 2023 terdapat total 20,56 persen wirausaha muda, meningkat 1,09 persen dibandingkan tahun 2022 sebesar 19,48 persen,” kata Teten.
Sementara jumlah pemuda yang memilih untuk berwirausaha juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya dari 69,30 persen di tahun 2023 menjadi 69,83 persen di tahun 2022.
“Ini menjadi fondasi kuat Indonesia dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Baca juga : Pavilion RI Di World Expo 2025 Osaka Jadi Gerbang Bagi Pelaku Bisnis Go Global
Kementerian Koperasi dan UKM, kata Teten, telah menyiapkan fondasi untuk meningkatkan rasio kewirausahaan melalui Entrepreneur hub dengan membangun ekosistem wirausaha yang melibatkan berbagai stakeholder terutama dengan memberdayakan generasi muda.
Per Agustus 2024 sebanyak 178 program telah terselenggara dengan menjangkau 810.554 wirausaha, 149 kolaborator, dan melibatkan 63 mentor.
Terdapat total 555 start up yang telah mengikuti program inkubasi dengan 29 lembaga inkubator yang terlibat.
“Kami juga menargetkan di tahun 2024 dapat tercipta 1 juta wirausaha usaha baru yang diharapkan semakin mengokohkan ekonomi Indonesia,” pungkas Teten.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.