Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
IICC 2024, Momentum Indonesia Perkuat Langkah Perangi Kanker
Jumat, 4 Oktober 2024 20:59 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia menghadapi tantangan besar dalam penanganan kanker, dengan lebih dari 400 ribu kasus baru setiap tahunnya dan 230 ribu kematian akibat kanker.
Konferensi Kanker Internasional Indonesia (IICC) 2024 dimanfaatkan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin untuk memperkuat langkah Indonesia dalam memerangi kanker.
Budi meluncurkan serangkaian inisiatif yang tidak hanya bertujuan meningkatkan akses terhadap deteksi dini kanker, tetapi juga mengandalkan kemitraan internasional untuk mempercepat kemajuan di bidang ini.
Dalam upaya meningkatkan pencegahan dan deteksi dini, Indonesia telah melakukan sejumlah langkah strategis.
Di antaranya, mendistribusikan alat USG dengan probe linear dan pelatihan dokter umum di 10 ribu puskesmas di seluruh Indonesia untuk skrining kanker payudara pada sekitar 100 juta perempuan dewasa.
Selain itu, sejak 2022, Indonesia telah melaksanakan kampanye vaksinasi HPV secara masif bagi 50 juta perempuan dan anak laki-laki, dengan target penyelesaian pada 2030.
Baca juga : Ini, Harapan Indonesian Petroleum Association Pada Pemerintahan Baru
"Kami juga telah memperkenalkan tes HPV DNA untuk 60 juta wanita dan mulai mendistribusikan perangkat Thermal Ablation ke Puskesmas di seluruh negeri untuk mendeteksi dan mengobati kanker serviks pada tahap awal," ujar Budi.
Sebagai bagian dari upaya nasional yang lebih luas, Budi juga menjelaskan bahwa Indonesia melengkapi 514 kabupaten/kota dengan fasilitas skrining kanker paru-paru dan kanker kolorektal. Inisiatif ini diharapkan selesai pada 2027.
Selain itu, Indonesia telah meluncurkan Pusat Bioteknologi Kesehatan Nasional (BGSi).
Rumah Sakit Dharmais berperan sebagai hub nasional untuk kanker untuk mengembangkan profil genomik komprehensif, yang ditargetkan selesai tahun ini, sebagai langkah menuju pengobatan kanker yang lebih presisi.
"Sebagai seorang profesional non-kesehatan yang bekerja 30 tahun di perbankan dan baru 20 bulan di bidang kesehatan, saya semakin yakin bahwa pencegahan adalah kunci," ungkap Budi.
“Kita harus fokus pada kampanye kesehatan publik, perubahan gaya hidup, dan skrining dini untuk mengurangi angka kematian akibat kanker,” sambung mantan Direktur Utama (Dirut) Bank Mandiri ini.
Baca juga : Prudential Indonesia Bersama Disabilitas Bangun Literasi Inklusi Keuangan
Dalam pidato penutupnya, Budi menekankan pentingnya kerja sama global dalam perang melawan kanker.
Dia yakin, kehadiran para ahli internasional di acara ini, dapat meningkatkan standar kesehatan di Indonesia.
“Ini bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga soal membangun kolaborasi untuk masa depan yang lebih baik,” tutupnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam forum yang sama mengungkapkan pentingnya aksi solidaritas global untuk pencegahan dan pengendalian kanker.
Ia merekomendasikan Indonesia, Bhutan, dan Australia untuk bekerja sama dalam membangun kolaborasi untuk memerangi kanker.
“Banyak negara melakukan hal yang sama dengan membangun jaringan, pelatihan bersama, kolaborasi penelitian diperkuat dan penguatan perjanjian internasional,” ucap Tedros
Baca juga : Ketua Umum Kadin Indonesia Harus Dapat Dukungan Pemerintah
Direktur Jenderal IAEA Rafael Mariano Grossi juga menyampaikan dukungannya terhadap upaya pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan kanker.
Konferensi Kanker Internasional Indonesia atau IICC 2024 ini diharapkan dapat mempercepat kolaborasi global dan berbagi pengetahuan dalam upaya memerangi kanker.
Serta, mendorong terobosan lebih lanjut dalam pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan kanker di seluruh dunia.
IICC 2024 diikuti oleh peserta dari berbagai negara dan dari dalam negeri Indonesia, termasuk ahli onkologi, peneliti, akademisi, pembuat kebijakan, dan sukarelawan.
Juga, masyarakat umum yang terlibat dalam pencegahan, diagnosis, pengobatan, perawatan, hingga pengendalian kanker.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya