BREAKING NEWS
 

BSI-AKEN Perkuat Pembiayaan Project Financing

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Selasa, 22 Oktober 2024 23:35 WIB
Kerja sama BSI dengan AKEN. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bersinergi dengan Asosiasi Katalog Elektronik Nasional (AKEN) mempercepat pertumbuhan pembiayaan Project Financing secara berkualitas. 

Pembiayaan Project Financing, adalah produk pembiayaan yang diberikan oleh BSI atas pekerjaan yang diperoleh dari E-Katalog. 

Direktur Retail Banking Harry Gusti Utama menyampaikan, kerja sama keduanya merupakan langkah BSI untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia. 

“Ini menjadi salah satu bentuk komitmen BSI dalam membangun jejaring yang lebih kuat. Selain itu, BSI bisa menjadi alternatif pembiayaan dan mereka akan lebih mudah mendapatkan fasilitas perbankan syariah yang disediakan oleh BSI,” kata Gusti, Selasa (22/10/2024).

Baca juga : Fraksi PKB Dorong Pemerataan Pembangunan di Banten

Dengan kerja sama ini baik AKEN maupun anggota memperoleh benefit yang diberikan oleh BSI. Di antaranya, kemudahan syarat dalam pengajuan pembiayaan, akses untuk memperoleh produk perbankan lainnya, hingga dukungan BSI pada acara-acara yang diselenggarakan AKEN. 

“Prospek bisnis di sektor pengadaan barang melalui E-Katalog untuk tahun mendatang cukup baik. Oleh karena itu bekerjasama dengan AKEN diyakini akan memberi manfaat bagi kedua belah pihak,” ungkapnya.

Adsense

BSI membukukan kinerja keuangan yang sangat impresif pada kuartal II-2024. Per Juni 2024, laba bersih BSI mencapai Rp 3,4 triliun, tumbuh 20,28 persen secara tahunan, menjadikan perseroan menorehkan pertumbuhan tertinggi di antara Top 10 bank di Indonesia. 

“Capaian kinerja tersebut antara lain buah dari konsistensi manajemen menerapkan strategi bisnis perusahaan untuk fokus tumbuh sustain pada segmen ritel, konsumer dan UMKM baik dari sisi dana maupun pembiayaan,” jelas Harry.

Baca juga : Berkat Pembiayaan BRI, Pengusaha Jambu di Kudus Sukses Kembangkan Bisnis

Saat ini komposisi dana murah mencapai 62,05 persen, sementara komposisi pembiayaan 71,73 persen berada di segmen ritel dan konsumer termasuk UMKM. 

Dari sisi overhead cost maupun kualitas kredit terjaga dengan baik. Likuiditas BSI bertumbuh juga seiring pertambahan nasabah yang per posisi Juni 2024 telah mencapai 20,46 juta. 

Solidnya likuiditas menopang kinerja pembiayaan BSI yang juga tumbuh di atas rerata industri perbankan nasional dengan kualitas yang terjaga. 

Per Juni 2024, pembiayaan BSI mencapai Rp 257,39 triliun, tumbuh 15,99 persen yoy dengan NPF yang turun ke level 1,99 persen (gross) jauh membaik dibanding Juni 2023 sebesar 2,31 persen.

Baca juga : OJK Cabut Izin Perusahaan Pembiayaan RSF

Kinerja pembiayaan ditopang oleh pembiayaan segmen ritel dan konsumer termasuk UMKM yang mencapai Rp 184,61 triliun. Segmen wholesale mengomposisi 28,27 persen dengan outstanding Rp 72,77 triliun. 

“Hal itu menunjukkan bahwa segmen ritel, konsumer dan UMKM memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan pembiayaan BSI,” katanya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense