BREAKING NEWS
 

Kembangkan Tanaman Hidroponik

UMKM Binaan Pertamina Raup Cuan 52 Juta/Tahun

Reporter & Editor :
FAZRY
Sabtu, 26 Oktober 2024 07:05 WIB
Direktur Operasi PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Didik Bahagia (kedua kanan), General Manager PT KPI RU (Refinery Unit) V Balikpapan Arafat Bayu (kanan), Area Manager Communication, Relations & CSR PT KPI RU V Balikpapan, Dodi Yapsenang (kedua dari kiri), Ketua Kelompok Rawabening Rosdiana (tengah), saat meninjau pertanian hidroponik di Margasari, Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (24/10/2024). Foto: FAZRY/RAKYAT MERDEKA/RM/ID

RM.id  Rakyat Merdeka - Upaya PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) membantu petani hidroponik di Kelurahan Margasari, Balikpapan, Kalimantan Timur, berbuah manis. Setelah dibina, produktivitas dan omzet petani meningkat.

Petani yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) ini, berhasil meraup omzet Rp 9.182.000 per tahun 2024.

KWT yang berjumlah 12 orang itu aktif mengelola perta­nian hidroponik, yang meman­faatkan lahan terbatas di tengah pemukiman padat penduduk.

Pengelolaan hidroponik di Margasari sangat unik, karena masyarakat bisa melakukan pertanian di atas laut tanpa me­dia tanah.

KWT memanfaatkan panen air hujan yang ditampung dalam tandon berkapasitas 4.440 liter. Dan mampu mengairi sekitar 8 meja hidroponik dan kegiatan lain. Program ini juga dikenal dengan program Rain Water Harvesting and Urban Farm­ing (Rawabening).

Baca juga : Program Sekolah Gratis Harus Jalan Tahun 2025

Program Rawabening merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Refinery Unit (RU) V Balikpapan.

Program ini menjadi wujud kepedulian perusahaan terhadap lingkungan. Sekaligus sebagai bentuk dukungan kepada warga sekitar operasional perusahaan. Sehingga bisa menciptakan nilai ekonomi yang sangat luar biasa.

Rakyat Merdeka bersama media nasional lainnya, berkesempatan melihat lebih dekat program Rawabening di RT 30 Kelurahan Margasari, sebuah kawasan yang dikenal dengan julukan Kampung Atas Air. Salah satu wilayah di Balikpapan yang menghadapi berbagai tantangan kompleks.

Di sini, rumah-rumah berdiri di atas tiang kayu yang tertancap di atas perairan, dan dipadati oleh ribuan penduduk yang hidup begitu rapat satu sama lain.

Kondisi di sekitar permuki­man juga terlihat kumuh, dengan udara yang kurang sehat. Keren­tanan pada pola pemukiman pa­dat dan kumuh seakan menjadi persoalan yang harus dihadapi oleh masyarakat pesisir.

Baca juga : Real Madrid Vs Barcelona, Misi Balas Dendam

Keterbatasan lahan juga menjadikan mereka tidak memiliki ruang untuk mengelola lingkungan yang lebih sehat dan asri. Penduduknya, terutama ibu-ibu, banyak yang tidak memiliki pekerjaan.

Menyikapi persoalan terse­but, PT KPI RU V Balikpapan sejak Oktober 2022 membina Program Rawabening. Sebagai upaya pemulihan kualitas udara dan penghijauan lingkungan di wilayah tersebut.

Direktur Operasi PT Kilang Pertamina Internasional Didik Bahagia mengatakan, program Rawabening bertujuan mewujud­kan pemukiman padat di Kam­pung Atas Air yang asri dan sehat.

Serta menciptakan pereko­nomian mandiri bagi kelompok perempuan pelaku rumah tang­ga. Dengan cara meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan hasil pertanian perkotaan, khu­susnya melalui media hidro­ponik berbasis Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

“Dan menciptakan ketahanan pangan yang mandiri di pemukiman apung Kampung Atas Air,” tutur Didik, di Balikpapan, Kamis (24/10/2024).

Baca juga : Red Sparks Vs AI Peppers Di Liga Voli Putri Korsel, Megatron-Bukilic Monster

Didik mengatakan, para Ibu Rumah Tangga (IRT) di Mar­gasari, mampu menginspirasi dengan ruang terbatas dan me­manfaatkan air hujan. Sehingga bisa meningkatkan produktivitas bisnis tanaman hidroponik.

“Pertamina RU V Balikpapan terus mendorong ibu-ibu dan bapak-bapak yang kreatif untuk memanfaatkan lingkungan, ti­dak hanya untuk mendapatkan pendapatan, tapi juga menjaga kelestarian,” katanya.

Adsense

Didik mengaku senang, kare­na hasil panen dari tanaman yang dibudidayakan, dapat di­jual dan dikelola menjadi produk turunan untuk UMKM.

“Ada produk olahan kripik tortila, stik sayur, peyek bayam. Produk camilan ini juga pack­aging-nya menarik, tidak kalah dengan produk camilan di kota-kota besar,” katanya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense