BREAKING NEWS
 

BNI Kantongi Laba Rp 16,3 Triliun Di Kuartal III-2024

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Sabtu, 26 Oktober 2024 07:44 WIB
Dirut BNI Royke Tumilaar saat konferensi pers Kuartal III-2024 secara virtual, Jumat (25/10/2024). (Foto: Dwi Ilhami Rakyat Merdeka/RM.id/Tangkapan layar)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatatkan kenaikan laba sebesar 3,5 persen secara year on year (yoy) atau menjadi Rp 16,3 triliun di Kuartal III tahun 2024.

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan, pertumbuhan laba yang turut didorong oleh pulihnya pendapatan operasional dan kualitas aset yang terjaga dengan baik.

“Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di tahun 2024, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) BNI, terutama berasal dari pertumbuhan tabungan ritel, sejalan dengan program transformasi struktur pendanaan,” katanya dalam konferensi pers Kuartal III-2024 secara virtual, Jumat (25/10/2024).

Menurut Royke, hal tersebut berdampak pada perbaikan Cost of Fund (CoF) BNI yang tercermin pada rasio Net Interest Margin (NIM) kuartal III-2024.

Pertumbuhan ini didukung oleh program terstruktur perusahaan, termasuk digitalisasi aplikasi mobile terbaru, wondr by BNI serta transformasi jaringan cabang yang berfokus pada  sales culture.

Ia menegaskan, BNI terus menunjukkan konsistensinya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dengan mengoptimalkan peluang ekspansi yang tersedia.

BNI melihat peluang pertumbuhan bisnis yang signifikan dan berkelanjutan sejalan dengan visi Pemerintah. Terutama terkait beberapa hal.

Baca juga : Pra Penjualan LPKR Capai Rp 4,25 Triliun di Kuartal III 2024

Seperti peningkatan PDB, pengentasan kemiskinan serta berbagai program sektoral meliputi infrastruktur, ketahanan energi dan pangan, pemberdayaan UKM, hilirisasi industri termasuk pertanian dan perikanan, serta program perumahan.

“Optimisme terhadap kebijakan prioritas ekonomi pemerintahan baru, yang diiringi dengan proses transisi yang berjalan lancar, diharapkan dapat menjadi katalisator pertumbuhan kredit di sektor perbankan di masa mendatang,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, kinerja solid BNI pada kuartal III-2024 mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghadapi tantangan ekonomi baik domestik maupun global.

BNI turut mencatatkan recovery kinerja terutama pada kuartal III-2024. Pendapatan operasional sebelum pencadangan (PPOP) di kuartal III-2024 mencapai Rp 8,8 triliun atau telah hampir menyentuh posisi tertingginya pada kuartal III tahun lalu sebesar Rp 8,9 triliun.

Pencapaian PPOP yang solid ini berasal dari kenaikan margin bunga bersih atau Net Interest Margin (NIM) maupun pendapatan non bunga.

Adsense

“NIM perseroan naik 40 bps (basis poin) secara kuartalan menjadi 4,4 persen ditopang oleh perbaikan yield kredit maupun penurunan biaya dana,” ujarnya.

Kemudian, penyaluran kredit naik 9,5 persen yoy menjadi Rp735 triliun ditopang oleh segmen berisiko rendah.

Baca juga : LPDB-KUMKM Salurkan Anggaran Rp 1,465 Triliun Bagi UMKM Hingga September 2024

Kredit korporasi blue chip, baik dari sektor swasta maupun BUMN, serta institusi Pemerintah, kredit konsumer, dan kontribusi dari perusahaan anak menjadi sumber pertumbuhan terbesar.

”Fokus transformasi kami tahun ini telah memperbaiki struktur dana pihak ketiga dan kami berharap diversifikasi sumber dana ini akan lebih baik lagi ke depan," ujar Royke.

Di kesempatan yang sama, Direktur Finance BNI Novita Widya Anggraini mengatakan, kinerja intermediasi BNI tumbuh positif dan seimbang, sejalan dengan pemulihan ekonomi nasional yang semakin membaik.

“Mesin pertumbuhan bisnis BNI berada dalam kondisi prima untuk melakukan ekspansi sambil tetap menjaga kualitas aset,” ungkapnya.

Hal ini tercermin dalam penyaluran kredit yang tumbuh 9,5 persen yoy menjadi Rp 735 triliun hingga September 2024. Pertumbuhan ini didorong oleh segmen korporasi yang mencatat kenaikan sebesar 15,1 persen yoy menjadi Rp409,2 triliun.

Selain itu, segmen konsumer secara keseluruhan mencatat pertumbuhan 14,6 persen yoy menjadi Rp 137 triliun, dengan kredit personal (payroll) dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebagai pendorong utama.

“Tahun ini untuk segmen menengah dan kecil masih difokuskan dalam hal perbaikan credit underwriting,  sehingga kedua segmen ini akan siap menjadi diversifikasi pertumbuhan kredit BNI tahun depan,” katanya.

Baca juga : Dana Kampanye Trump Gagal Salip Fulus Harris

Sebagai hasil dari akselerasi kredit pada segmen berisiko rendah, kualitas aset BNI terus membaik, ditandai dengan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) yang berhasil dipertahankan di level 2 persen pada kuartal III-2024.

Kredit berisiko atau Loan at Risk (LaR) membaik menjadi 11,8 persen, sehingga  Cost of Credit (CoC) dapat dijaga di angka 1 persen.

Beban provisi juga turun sebesar 19,7 persen yoy menjadi Rp 5,4 triliun. Penyaluran kredit BNI yang sehat juga di-support oleh pertumbuhan dana CASA (giro dan tabungan).

Per September 2024, CASA BNI mampu tumbuh 5,5 persen, terutama ditopang oleh tabungan yang mampu tumbuh solid 7,4 persen yoy.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense