Sebelumnya
Forum yang dihadiri pucuk pimpinan BUS, UUS, dan pimpinan bank induk konvensional ini menjadi sarana membuahkan pemahaman, pemikiran baru, dan konsep yang dapat diimplementasikan di industri perbankan syariah. Terutama, untuk meningkatkan perannya pada keuangan berkelanjutan.
Sosialisasi
Sosialisasi pedoman produk perbankan syariah ini merupakan kegiatan penting untuk mendukung penguatan karakteristik perbankan syariah, melalui keunikan produk sebagaimana tertuang dalam RP3SI.
Kegiatan yang dibuka oleh Pj. Gubernur Aceh Safrizal Zakaria Ali ini diselenggarakan oleh Bank Aceh Syariah di Pendopo Gubernur Aceh, dengan tujuan mendapatkan pemahaman pimpinan dan pejabat Bank Aceh terkait implementasi produk Cash Waqf Linked Deposit (CWLD).
Pada kesempatan ini, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyampaikan, daya saing perbankan syariah harus serius diperhatikan. Agar bisa bertransformasi menuju suatu diferensiasi dan keunikan di industri perbankan secara umum.
Baca juga : OJK: Perbankan Syariah Sukses Dukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Perbankan syariah diarahkan agar menghindari persaingan langsung (head-to-head competition) dengan perbankan konvensional, yang notabene sudah lebih mapan.
Dalam upaya mendukung keunikan produk syariah tersebut, OJK telah mengembangkan CWLD sebagai produk bank syariah yang berbasis wakaf uang temporer.
CWLD memberikan kesempatan bagi nasabah untuk mewakafkan uangnya dalam bentuk deposito, yang pokoknya akan kembali setelah jangka waktu wakaf berakhir.
Bagi hasil deposito ini dapat langsung disalurkan untuk penerima manfaat wakaf.
Baca juga : Mind ID Sukses Selesaikan Penugasan Dengan Ciamik
CWLD diharapkan dapat menjadi produk unggulan perbankan syariah, yang dapat membantu pengembangan ekonomi daerah dengan mengintegrasikan wakaf uang dalam produk bank syariah.
Produk ini juga merupakan bentuk dukungan OJK untuk mengembangkan wakaf uang di Indonesia, sekaligus meningkatkan sinergi perbankan syariah dalam mengembangkan ekosistem ekonomi syariah.
Sarasehan Perbankan Syariah
Pada kesempatan yang sama, juga dilaksanakan kegiatan sarasehan perbankan syariah, yang diinisiasi Asbisindo di Landmark BSI Aceh.
Forum sarasehan ini dihadiri oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK beserta jajarannya, pimpinan BUS, UUS, dan pimpinan bank induk konvensional, serta perwakilan pengusaha Aceh.
Baca juga : OSO Beberkan Strategi Pengembangan Dan Tantangan Pendidikan Islam
Kegiatan ini merupakan forum koordinasi antara regulator, industri perbankan syariah, dan pelaku usaha untuk bertukar pikiran meningkatkan peran dalam pengembangan perbankan syariah, sekaligus membangun ekonomi Aceh.
"Forum ini menjadi ajang berdiskusi terkait evaluasi implementasi RP3SI, arah pengembangan, peluang dan tantangan ke depan,” kata Dian.
Koordinasi dan kerja sama yang telah dan akan dilakukan OJK bersama seluruh pemangku kepentingan, merupakan bentuk dukungan industri perbankan syariah dan regulator. Agar dapat semakin berkontribusi pada perekonomian nasional, demi mencapai tujuan kemaslahatan masyarakat, sebagaimana tercantum dalam visi RP3SI.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.