Dark/Light Mode

Bertemu Pejabat UEA, Yaqut Bahas Sinergi Pengembangan Potensi Zakat & Wakaf

Jumat, 27 September 2024 21:52 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (berbatik tengah). (Foto: Dok. Kemenag)
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (berbatik tengah). (Foto: Dok. Kemenag)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas bertemu Kepala Otoritas Umum Urusan Islam, Wakaf, dan Zakat Uni Emirat Arab (UEA) Omar Habtoor Al Darei dalam kunjungannya ke Dubai. Dalam pertemuan ini, Yaqut didampingi Dirjen Bimas Islam Kamaruddin, Staf Khusus Menteri Agama bidang Hukum dan HAM Abdul Qodir, dan Juru Bicara Kementerian Agama (Kemenag) Sunanto.

Pertemuan ini membahas berbagai hal, utamanya terkait pengembangan potensi zakat dan wakaf. Potensi zakat di Indonesia mencapai Rp 327 triliun. Namun, zakat yang terhimpun baru sekitar Rp 33 triliun. Potensi wakaf di Indonesia juga sangat besar. Badan Wakaf Indonesia mencatat, potensi aset wakaf di Indonesia mencapai Rp 2.000 triliun. Sementara potensi wakaf uang mencapai Rp 180 triliun.

"Besarnya potensi zakat dan wakaf di Indonesia menjadi concern kami untuk melakukan pengembangan bagi peningkatan kesejahteraan umat. Hal ini didiskusikan bersama Otoritas Urusan Islam, Wakaf, dan Zakat UEA," ucap Yaqut, di Abu Dhabi, Kamis (26/9/2024), seperti keterangan resmi Kemenag.

Yaqut menjelaskan, UEA sudah banyak melakukan terobosan pengembangan zakat dan wakaf. Sejumlah program bahkan dikerjasamakan dengan Kemenag. Misalnya pengiriman imam masjid, daurah pendakwah, dan pembangunan masjid.

Baca juga : Bertemu Menteri MLTI, Menteri Basuki Bahas Peran Jepang Dalam Proyek IKN

Sejak 2019, Indonesia telah mengirim 140 imam masjid ke UEA. Program ini tidak hanya mempererat hubungan kedua negara, tetapi juga merupakan kontribusi signifikan Indonesia dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat dan toleran.

“Program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan penceramah di UEA, tetapi juga memberikan kesempatan kepada para imam untuk belajar dan bertukar pengalaman dengan banyak ulama di UEA,” ujar pria yang akrab disapa Gus Men ini.

Selain itu, lanjutnya, Indonesia juga mengirim dai untuk mengikuti daurah keagamaan di UEA. Hingga kini sudah ada dua angkatan dengan 40 peserta sepanjang 2024.

"Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para penceramah di kedua negara agar dapat menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang lebih efektif dan relevan secara kontekstual bagi masyarakat,” terang Yaqut.

Baca juga : Bertemu Ketum KADIN, Menteri AHY Bahas Ekonomi Indonesia

Juru Bicara Kemenag Sunanto menambahkan, Indonesia dan UEA juga bersinergi dalam program masjid MBZ Solo. Dibangun sejak 2022, masjid ini sudah aktif sejak 2023.

"Ke depan, kita mungkin akan mengembangkan platform digital untuk networking masjid. Bercermin dari UEA, jejaring masjid ini bermanfaat untuk mengembangkan program masjid yang berdampak langsung pada masyarakat sekitar," terang pria yang akrab disapa Cak Nanto ini.

"Jadi, di Dubai, Menag mendiskusikan rencana kerja sama dua negara, Indonesia dan UEA, dalam pengembangan wakaf dan zakat untuk kesejahteraan umat," sambung Cak Nanto.

Cak Nanto menjelaskan, Yaqut juga membahas program untuk masjid sebagai pusat syiar Islam yang penuh rahmah. Hubungan bilateral antarnegara, khususnya antara Indonesia dan UEA, memegang peranan penting dalam menciptakan dunia yang lebih damai, sejahtera, dan saling menghormati. Dalam konteks kerja sama keagamaan, hubungan ini dapat menjadi jembatan untuk mempererat Ukhuwah Islamiyah dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan.

Baca juga : FESyar Jawa Dorong Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah

Untuk itu, lanjut Cak Nanto, Indonesia dan UEA terus berupaya bersama dan bekerja sama secara intensif untuk memperkuat moderasi beragama. Kedua negara berkomitmen untuk mempromosikan nilai-nilai toleransi, saling menghormati, dan hidup berdampingan secara damai. 

“Kerja sama di bidang moderasi beragama menjadi hal yang penting mengingat tantangan global yang semakin kompleks. Melalui kerja sama ini, kita berharap dapat membangun masyarakat yang lebih harmonis dan toleran,” pesannya.

Mengenai ketidakhadiran pada Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR, Cak Nanto menjelaskan, Yaqut masih menjalankan tugas negara. Yaqut sudah mengirim surat resmi ke DPR, menawarkan agar bisa mengikuti proses Raker secara online. Kemajuan teknologi memungkinkan rapat bisa dilakukan secara hybrid, daring, dan luring.

“Karena kondisi sedang menjalankan tugas negara, Gus Men menawarkan untuk mengikuti rapat secara daring. Ini memungkinkan dalam era kemajuan teknologi saat ini,” tandasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.