BREAKING NEWS
 

Industri Sawit Masih Hadapi Tantangan Dari Domestik Dan Internasional

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Sabtu, 26 Oktober 2024 20:15 WIB
Sawit. (Foto: Gapki)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mengungkapkan bahwa pada 2024, industri kelapa sawit masih akan menghadapi sejumlah tantangan, baik di tingkat nasional maupun global.

Hal ini disampaikan oleh Bendahara Umum Gapki, Mona Surya, dalam keterangannya, Sabtu (26/10/2024).

Mona yang menyoroti berbagai isu mulai dari stagnasi produksi hingga ketidakpastian kebijakan yang berdampak pada produktivitas industri ini. Tantangan dari dalam negeri, seperti isu stagnasi produksi, produktivitas, ketidakpastian kebijakan, serta rata-rata umur tanaman yang sudah memasuki masa replanting.

Baca juga : Dapur Makan Bergizi Gratis Sudah Ada Di Magelang, Diharapkan Jadi Percontohan Nasional

"Ini perlu mendapatkan perhatian khusus dari para pemangku kepentingan," ujar Mona.

Adsense

Selain itu, tantangan eksternal turut memengaruhi industri kelapa sawit, seperti keseimbangan antara pasokan dan permintaan minyak nabati lainnya, kampanye negatif terkait keberlanjutan rantai pasok, serta dinamika geopolitik di Eropa dan Timur Tengah.

Salah satu kebijakan yang dianggap menjadi hambatan utama di pasar internasional adalah Kebijakan Deforestasi Uni Eropa (EUDR), yang menurut Mona berpotensi berdampak signifikan bagi petani sawit di Indonesia dan Malaysia, dua negara penghasil utama minyak sawit dunia.

Baca juga : Ekrafest 2024 Siap Rayakan Hari Ekonomi Kreatif Nasional

Sebagai respons terhadap situasi penuh ketidakpastian ini, Gapki akan menggelar 20th Indonesian Palm Oil Conference and 2025 Price Outlook (IPOC 2024) pada 6-8 November 2024 di Nusa Dua, Bali. Mengusung tema "Seizing Opportunities Amidst Global Uncertainty," konferensi ini diharapkan menjadi ajang strategis untuk membahas peluang-peluang di tengah ketidakpastian global.

Konferensi IPOC 2024 dijadwalkan menghadirkan pakar industri minyak nabati seperti Thomas Mielke dari Oil World, Julian McGill dari Glenauk Economics, Nagaraj Meda dari Transgraph, dan Dorab Mistry dari Godrej International Ltd. Para pakar ini akan memberikan pandangan mengenai tren harga masa depan, kondisi pasar, serta analisis terkini mengenai minyak sawit dunia.

Selama dua hari penyelenggaraan, IPOC juga akan menyelenggarakan pameran yang menampilkan produk, perkembangan teknologi, dan layanan terbaru di industri kelapa sawit, memperkuat peran konferensi ini sebagai wadah strategis bagi para pemangku kepentingan di tingkat nasional maupun internasional selama 19 tahun terakhir.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense