BREAKING NEWS
 

Ciptakan Lapangan Kerja

Pemerintah Dongkrak Industri Padat Karya

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Jumat, 1 November 2024 07:00 WIB
Menteri Koor­dinator (Menko) Bidang Pereko­nomian Airlangga Hartarto saat menggelar pertemuan bersama pengusaha di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, seperti dikutip website resminya, Kamis (31/10/2024).

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan menaruh perhatian khusus pada penciptaan lapangan kerja. Terutama melalui pengembangan sektor industri padat karya.

“Pemerintah berkomitmen melindungi hak-hak pekerja, sekaligus menjaga iklim inves­tasi dan usaha yang kondusif di Indonesia,” kata Menteri Koor­dinator (Menko) Bidang Pereko­nomian Airlangga Hartarto saat menggelar pertemuan bersama pengusaha di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, seperti dikutip website resminya, Kamis (31/10/2024).

Airlangga mengatakan, demi mendorong peningkatan per­ekonomian nasional tumbuh kian masif, penciptaan lapangan pekerjaan menjadi salah satu aspek yang terus diupayakan Pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat.

“Industri padat karya jadi salah satu sektor yang memi­liki penyerapan tenaga kerja optimal dan mampu mencegah penambahan angka pengang­guran,” katanya.

Baca juga : Hadapi Banjir, DKI Siagakan Pompa Dan Peralatan Berat

Karena itu, Pemerintah terus memberikan atensi terhadap industri padat karya agar mampu tumbuh.

Melalui pertemuan bersa­ma pengusaha tersebut, selain menggali perkembangan kondisi terkini seputar industri padat karya, diskusi juga dilakukan terkait pengupahan yang diharapkan dapat sejalan dengan perkembangan perekonomian saat ini yang berbasis pada regulasi.

Selain itu, pengusaha juga menyampaikan komitmen tidak hanya berbicara mengenai Upah Minimum Provinsi (UMP), juga mendorong struktur skala upah dan peningkatan produktivitas.

Adsense

Menurut Airlangga, Pemerin­tah juga melakukan akselerasi penerapan kebijakan perlin­dungan industri dalam negeri dari banjirnya produk impor melalui safeguards dan praktik impor yang tidak fair (dumping) melalui anti-dumping.

Baca juga : Debut Nistelrooy Tampil Manis

Adapun upaya safeguards dan anti-dumping tersebut, sedang dalam pembahasan antar-kementerian dan lembaga terkait. Melalui upaya tersebut, diharap­kan industri proses hulu, mid­stream dan hilir dapat terjaga dari persaingan yang tidak sehat.

Mantan Anggota DPR ini juga menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk dapat mengintensifkan kerja sama perdagangan internasional, seperti Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dan Indonesia–European Union Comprehensive Economic Part­nership Agreement (EU-CEPA) agar segera diselesaikan.

Komunikasi lebih lanjut juga telah dilakukan dengan Kemen­terian terkait untuk menyele­saikan berbagai hal yang bersifat teknis.

“Kami sudah berkomunikasi dengan Menteri Perdagangan. Diharapkan hal-hal yang sifat­nya teknis bisa diselesaikan dan meningkat ke legal drafting. Ini yang akan dibahas nanti oleh Kementerian Perdagangan dengan mitra dari EU,” jelasnya.

Baca juga : Tennis Paris Masters 2024, Zverev Hancurkan Griekspoor

Ketua Umum Asosiasi Pengu­saha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani mengatakan, dunia usaha turut mewaspadai kondisi industri padat karya di dalam negeri yang dikhawatirkan se­makin memprihatinkan.

“Kami sudah melihat kondisi, khususnya di sektor tekstil gar­men dan lain-lain harus melaku­kan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan merumahkan karyawan,” ujar Shinta.

Karena itu, Apindo bersama Pemerintah melalui Kementeri­an Koordinator Bidang Pereko­nomian berkolaborasi mencari jalan keluar bersama agar in­dustri padat karya di Indonesia tetap terjaga dalam kondisi yang baik. DIR

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Jumat, 1 November 2024 dengan judul "Ciptakan Lapangan Kerja Pemerintah Dongkrak Industri Padat Karya"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense