BREAKING NEWS
 

Lazada Sebut 88 Persen Pelanggan Manfaatkan AI Untuk Belanja Di E-commerce

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Jumat, 1 November 2024 17:31 WIB
Chief Executive Officer Lazada Group James Dong. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lazada Group bersama Kantar dalam laporannya menyebutkan, sebanyak 88 persen responden membuat keputusan pembelian berdasarkan konten dan rekomendasi produk yang dihasilkan artificial intellegence (AI).

Pihaknya mengkaji perilaku konsumen saat berbelanja online untuk mengevaluasi bagaimana pelaku e-commerce dapat memanfaatkan AI dengan lebih baik untuk memenuhi prioritas dan kebutuhan pelanggan.

Laporan ini juga mengungkapkan tingkat kepercayaan yang sangat tinggi terhadap platform berbasis AI, dengan mayoritas responden mengandalkan AI untuk mendapatkan rekomendasi produk (92 persen) dan ringkasan produk (90 persen) yang dipersonalisasi.

Chief Executive Officer Lazada Group James Dong melihat peran AI yang semakin krusial, sebagian besar pembeli (83 persen) rela membayar lebih untuk merasakan peran AI ketika belanja online.

Hal ini dapat dikaitkan dengan manfaat penggunaan AI yang dirasakan pelanggan, dengan hampir separuh responden (49 persen) menyatakan bahwa, AI memudahkan pencarian produk, meningkatkan layanan pelanggan, dan meningkatkan kenyamanan belanja online.

Baca juga : Ekonomi Tumbuh 8 Persen, Airlangga Bilang Bukan Mustahil

Dengan 80 persen responden menggunakan fitur AI di aplikasi e-commerce setidaknya seminggu sekali, platform e-commerce dapat memperdalam upaya integrasi AI untuk menghadirkan pengalaman belanja yang lebih holistik dan menyenangkan.

“Peluncuran laporan perdana kami menandakan momen penting untuk memahami peran AI yang membentuk masa depan e-commerce,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (1/11/2024).

Seiring dengan evolusi teknologi, ekspektasi konsumen pun ikut berevolusi. Laporan ini mengeksplorasi potensi transformatif AI dan memberikan wawasan tentang bagaimana bisnis di Asia Tenggara dapat memanfaatkan AI untuk menciptakan pengalaman belanja yang dirancang secara personal, mulus, dan cerdas.

Di Lazada, kata James, pihaknya berkomitmen untuk tetap berada di garis terdepan inovasi, memastikan AI mendorong efisiensi dan meningkatkan keterlibatan pelanggan di semua aspek.

Adsense

“Ke depannya, kami akan terus berinvestasi dalam AI dan teknologi mutakhir untuk merevolusi ekosistem e-commerce,” tuturnya.

Baca juga : PGN Siap Genjot Pembangunan Jargas Untuk Tekan Subsidi Energi

Laporan ini mengkaji perilaku konsumen saat berbelanja online untuk mengevaluasi bagaimana pelaku e-Commerce dapat memanfaatkan AI dengan lebih baik untuk memenuhi prioritas dan kebutuhan pelanggan.

Laporan ini juga mengungkapkan tingkat kepercayaan yang sangat tinggi terhadap platform berbasis AI, dengan mayoritas responden mengandalkan AI untuk mendapatkan rekomendasi produk (92 persen) dan ringkasan produk (90 persen) yang dipersonalisasi.

Secara khusus, 88 persen responden membuat keputusan pembelian berdasarkan konten dan rekomendasi produk yang dihasilkan AI.

Laporan ini juga mengeksplorasi motivasi konsumen dalam memanfaatkan AI untuk belanja online, di mana lebih dari separuh responden (52 persen) di Asia Tenggara menyebutkan kemudahan belanja sebagai alasan utama mengadopsi penggunaan AI dalam kehidupan pribadi mereka.

Sebesar 51 persen menilai ulasan produk dan ulasan penjual sebagai fitur utama yang mereka prioritaskan, menyoroti peluang bagi penjual untuk memperlihatkan ulasan yang lebih mendalam, relevan, dan autentik dengan menggunakan teknologi AI.

Baca juga : Serikat Pekerja PGN Dukung Pemanfaatan Gas Bumi Nasional Untuk Swasembada Energi

Chief Technology Officer Lazada Group, Howard Wang menambahkan, AI Lazzie merupakan chatbot AI e-commerce pertama di jenisnya yang didukung oleh teknologi OpenAI ChatGPT.

Ia mampu memberikan saran dan rekomendasi produk yang terpersonalisasi, dengan mempertimbangkan preferensi pembeli, riwayat pembelian, dan konteks pertanyaan, sehingga pengguna dapat menikmati pengalaman belanja yang lebih optimal.

“AI telah menjadi bagian terpadukan dari lanskap e-commerce, memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cerdas dan pengalaman pelanggan yang lebih personal dalam skala besar,” katanya.

Pihaknya menegaskan, terus mendalami cara meningkatkan algoritma AI untuk merancang personalisasi rekomendasi produk, mengoptimalkan rantai pasokan, dan meningkatkan interaksi layanan pelanggan, jelas bahwa AI akan tetap menjadi pendorong utama dalam mendorong batas teknologi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense