BREAKING NEWS
 

Meski Risiko Geopolitik Meningkat

Kinerja Sektor Keuangan RI Tetap Stabil Dan Terjaga

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Senin, 4 November 2024 07:05 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar.

 Sebelumnya 
Pada triwulan IV akhir tahun ini, pertumbuhan kredit diproyeksikan tumbuh cukup stabil.

“Target pertumbuhan kredit sesuai proyeksi OJK, yaitu range 9 persen sampai 11 persen pada akhir 2024,” jelas Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam kesempatan yang sama.

Berdasarkan jenis penggunaan, Kredit Investasi tumbuh tertinggi, yaitu sebesar 12,26 persen. Lalu diikuti oleh Kredit Konsumsi 10,88 persen, dan Kredit Modal Kerja 10,01 persen.

Ditinjau dari kepemilikan bank, bank BUMN (Badan Usaha Milik Negara) menjadi pendorong utama pertumbuhan kredit, yaitu sebesar 12,80 persen yoy.

Berdasarkan kategori debitur, kredit korporasi tumbuh sebesar 15,43 persen. Kredit UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) juga tetap tumbuh sebesar 5,04 persen.

Baca juga : Hore, Tarif Sewa Rusun Pasar Rumput Diturunin

Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan tercatat tumbuh sebesar 7,04 persen yoy menjadi Rp 8.720,78 triliun, dengan giro sebesar 9,38 persen, tabungan tumbuh 7,30 persen, dan deposito naik 4,95 persen yoy.

Likuiditas industri perbankan pada September 2024 tetap memadai, dengan rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) masing-masing sebesar 112,66 persen dan 25,40 persen.

Dian juga menjelaskan, laba perbankan pada akhir 2024 masih akan tetap tumbuh. Meskipun pertumbuhannya akan lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal itu lantaran perubahan kebijakan moneter global yang menjadi lebih dovish. Yakni penurunan suku bunga acuan global, diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap beban pendanaan atau Cost of Fund (CoF).

Maka transmisi kebijakan moneter terhadap perbankan diperkirakan dapat menurunkan beban bunga.

Baca juga : Rekor Kemenangan The Citizens Terputus

“Dan pada akhirnya perbankan dapat mempertahankan NIM (Net Interest Margin/margin bunga bersih) yang ditentukan target masing-masing bank,” jelasnya.

Adapun Liquidity Coverage Ratio (LCR) berada di level 222,64 persen dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) di level 129,50 persen. Ini mengindikasikan ketahanan likuditas jangka pendek dan pendanaan jangka panjang industri perbankan ke depan yang solid.

Sementara kualitas kredit tetap terjaga, dengan rasio NPL (Non Performing Loan) gross sebesar 2,21 persen dan NPL net sebesar 0,78 persen.

Loan at Risk (LaR) juga menunjukkan tren penurunan menjadi sebesar 10,11 persen. Rasio LaR tersebut mendekati level sebelum pandemi, yaitu sebesar 9,93 persen pada Desember 2019.

“Secara umum, tingkat profitabilitas bank (ROA/Return on Asset) meningkat ke 2,73 persen, menunjukkan kinerja industri perbankan tetap resilient dan stabil,” ujarnya.

Baca juga : MotoGP, Pecco Dan Martin Makin Membara

Dian juga menyebut, ketahanan perbankan juga kuat. Hal itu tercermin dari permodalan (CAR/Capital Adequacy Ratio) yang berada di level tinggi dan meningkat, yaitu sebesar 26,85 persen. Dan menjadi bantalan mitigasi risiko yang kuat di tengah kondisi ketidakpastian global. DWI

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Senin, 4 November 2024 dengan judul "Meski Risiko Geopolitik Meningkat, Kinerja Sektor Keuangan RI Tetap Stabil Dan Terjaga"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense