RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pagi ini dibuka menguat 0,69 persen ke level Rp 15.632 per dolar AS dibanding penutupan perdagangan kemarin di level Rp 15.740 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia mayoritas melemah terhadap dolar AS. Yen Jepang minus 0,21 persen, baht Thailand turun 0,24 persen, yuan China melemah 0,14 persen, won Korea Selatan minus 0,05 persen, dolar Singapura turun 0,17 persen dan dolar Hong Kong minus 0,01 persen.
Baca juga : Trump Menang Pilpres AS, Rupiah Menguat Ke Rp 15.802
Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya menguat 0,13 persen ke level 104,35. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro menguat 0,93 persen ke level Rp 16.832, terhadap poundsterling Inggris naik 0,90 persen ke level Rp 20.244, dan terhadap dolar Australia menguat 1,06 persen ke level Rp 10.395.
Analis Pasar Keuangan dan Komoditas, Lukman Leong memperkirakan, rupiah menguat imbas The Fed memberikan sinyal akan memangkas suku bunga sebesar 25 bps.
Baca juga : Menang Pilpres, Ini Pemimpin Negara Sekutu Yang Gercep Beri Selamat Ke Trump
"The Fed menyatakan inflasi sudah tidak jauh dari target dan tekanan dari sektor tenaga kerja sudah mulai mereda," jelasnya, Jumat (8/11/2024).
Ia memproyeksi, nilai tukar rupiah bergerak di rentang Rp 15.600 per dolar AS-Rp 15.750 per dolar AS sepanjang hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.