BREAKING NEWS
 

Di China, Anindya Gali Potensi Kerja Sama Program Rumah Murah & Bantu Nelayan

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Sabtu, 9 November 2024 20:20 WIB
Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie bersama Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S Djojohadikusumo menggelar pertemuan dengan pengusaha China. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di sela-sela ikut mempersiapkan kedatangan Presiden Prabowo Subianto di China, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie bergerak cepat untuk menggali potensi kerja sama dengan perusahaan-perusahaan di China.

Hal itu mencakup dua hal. Pertama, potensi kerja sama untuk mendukung program pembangunan 3 juta rumah murah setiap tahun yang digaungkan Presiden Prabowo. Kedua, menggali potensi kerja sama dengan perusahaan perikanan di China untuk memperjuangkan peningkatan nilai ekspor hasil produksi nelayan Indonesia.

“Kami melihat potensi-potensi untuk membantu Pemerintah Indonesia mendorong program-program yang luar biasa untuk mencapai kesejahteraan rakyat, dan juga (mencapai) target perekonomian tumbuh (bertahap) 8 persen,” ujar Anindya, usai menyambut kedatangan Presiden Prabowo, di Hotel The Peninsula, Beijing, China, Sabtu (9/11/2024) dini hari.

Baca juga : Debat Pilbup Kuningan, Paslon 01 Sampaikan Program Dan Visi Misi Terarah

Sehubungan dengan program Pemerintah pembangunan 3 juta rumah murah setiap tahun, Anindya menjelaskan, dirinya bersama Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S Djojohadikusumo dan Wakil Menteri Perumahan Rakyat Fahri Hamzah, melakukan kunjungan kerja ke CCTC (China Construction Technology Consulting Co Ltd), sebuah perusahaan konsultasi teknologi konstruksi milik pemerintah China, Kamis (7/11/2024).

“Dari kunjungan tersebut, kami menjajaki bagaimana memikirkan, baik financing (pembiayaan) maupun engineering (alat produksi), sampai kepada skema kerja sama untuk mempercepat atau akselerasi upaya untuk (ketersediaan) 3 juta rumah per tahun,” jelas Anindya.

Adsense

Anindya menilai, ini merupakan program pemerintah yang sangat diandalkan dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat atau membuat swasembada papan (tempat tinggal). “Ini benar-benar suatu terobosan yang luar biasa dan kami berharap hasilnya bisa mendapatkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” kata Anindya.

Baca juga : Menteri Sjafrie Perkuat Kerja Sama Pertahanan

Di kesempatan terpisah, Anindya bersama dengan Hashim, yang juga merupakan adik kandung dari Presiden Prabowo, menjajaki potensi kerja sama dengan salah satu perusahaan perikanan berteknologi modern di China untuk meningkatkan ekonomi dari sektor perikanan, Jumat (8/11/2024). Hal itu didasari pada Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2024 tentang Penghapusan Piutang Macet kepada UMKM bidang pertanian, perkebunan, peternakan, dan kelautan serta UMKM lainnya.

Anindya menjelaskan Presiden Prabowo telah mengampuni sebanyak 6 juta rekening bank dari nelayan dan petani. Dengan hal ini, pihaknya melihat, yang bisa dilakukan nelayan-nelayan Indonesia dalam melakukan ekspor menjadi lebih banyak lagi, khususnya ke China.

"Bersamaan dengan itu, bagaimana juga kita bisa membawa begitu banyak kemampuan teknologi aset dari vessel-vessel atau kapal-kapal penangkap ikan China guna meningkatkan hasil produksi nelayan kita,” ungkap Anindya.

Baca juga : Anindya: Kadin Sangat Siap Dukung Program Pemerintahan Prabowo-Gibran

Anindya berharap, akan ada skema yang tepat sehingga dapat membantu nelayan untuk menggunakan kapal-kapal penangkap ikan berteknologi modern itu. Untuk pembayarannya, kata Anindya, bisa dilakukan dengan cara mengekspor produk-produk perikanan seperti ikan, udang, cumi dan juga rumput laut agar bisa memberi kompensasi kepada mitra kerja di China. “Beli kapal di China dibayar pakai ikan,” ujar Anindya.

Dia melanjutkan, dengan adanya kerja sama tersebut, otomatis galangan-galangan kapal atau tempat pembuatan dan perbaikan kapal di Indonesia akan bertumbuh. Sebab, walaupun di awal-awal menggunakan produk-produk China, akan tetapi ke depannya diharapkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) juga dapat maju.

“Jadi, mudah-mudahan itu semua akan bisa menjadi suatu hal yang membawa manfaat sebelum melanjutkan lawatan ke Amerika Serikat sampai ke Peru, Brazil, dan Inggris,” tuntas Anindya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense