RM.id Rakyat Merdeka - Sejumlah perusahaan Indonesia dan China melakukan penandatanganan kerja sama investasi senilai 10 miliar dolar AS dalam ajang Indonesia-China Business Forum 2024 di Beijing, China.
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang disaksikan langsung Presiden Prabowo Subianto dan Presiden China Xi Jinping itu meliputi manufaktur canggih, energi terbarukan, kesehatan, hilirisasi, ketahanan pangan dan keuangan.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan, penandatanganan nota kesepahaman tersebut sangat penting. Kerja sama investasi ini bisa mendorong pembangunan infrastruktur dan energi hijau serta mewujudkan target pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan oleh Prabowo.
“Penandatanganan perjanjian investasi ini mencerminkan kemitraan strategis antara Indonesia dan China. Sebagai mitra strategis Pemerintah, Kadin mendukung mewujudkan target pertumbuhan ekonomi,” kata Arsjad.
Baca juga : Kakek Prabowo Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Menurut Arsjad, target pertumbuhan ekonomi yang telah dicanangkan Prabowo sangat penting untuk menyongsong masa keemasan Indonesia pada 2045. Karena itu, Kadin mendukung upaya mempererat hubungan dengan China untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional.
“Saya sangat setuju dengan target pertumbuhan ekonomi Pemerintah. Bagi Indonesia, China sangat penting. Jika melihat perdagangan sebagai contoh, 25 persen perdagangan antara Indonesia dan negara lain, China sekitar 25 persen dari itu,” kata Arsjad.
China, lanjut Arsjad, terlibat dalam banyak industri di Indonesia. Mulai pemprosesan nikel untuk kendaraan listrik hingga proyek infrastruktur besar seperti kereta api cepat Jakarta-Bandung. Peran China dalam transisi energi dan hilirisasi nikel menjadi baterai kendaraan sangat penting bagi Indonesia.
“Pertama, mengurangi emisi karbon. Kedua, mengurangi subsidi bahan bakar yang kita subsidi dari bahan bakar fosil. Ini akan membantu anggaran Pemerintah. Ketiga, tentu saja investasi untuk Indonesia,” jelas Arsjad.
Baca juga : Kadin Siapkan 7 Langkah Strategis Capai Target Pertumbuhan Ekonomi
Menurutnya, tujuan Prabowo mempererat kerja sama dengan China untuk menciptakan kemakmuran rakyat. Kerja sama ini bisa mendorong terwujudnya target pertumbuhan ekonomi nasional. Pertumbuhan tersebut harus berkeadilan dan dirasakan semua orang.
“Dengan itu, ekonomi sosial penting. Saya pikir penyelarasannya untuk menciptakan hubungan ekonomi sosial antara Indonesia dan China,” tuturnya.
Sebagai mitra strategis Pemerintah, Kadin telah menyusun White Paper arah kebijakan dan pembangunan ekonomi 2024-2029. Melalui White Paper itu, Kadin mengusulkan tujuh langkah mencapai pertumbuhan ekonomi nasional.
Tujuh strategi itu, yakni pengembangan infrastruktur yang terintegrasi, mudah diakses dan terjangkau; membangun ketahanan kesehatan dan transformasi pelayanan kesehatan; dan mewujudkan ketahanan energi.
Baca juga : Pertamina Dan MIND ID Sukses Selaraskan Transisi Energi Dan Pertumbuhan Ekonomi
Kemudian, mengakselerasi pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM); memperkuat basis manufaktur melalui reindustrialisasi; membangun pusat pengembangan bisnis hijau terbesar di dunia; dan membangun ekosistem ketahanan pangan mandiri.
“Sebagai mitra strategis Pemerintah, Kadin siap mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Arsjad.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.