Sebelumnya
Terpisah, Analis Samuel Sekuritas Farras Farhan mengatakan, yang menjadi kelemahan dalam kinerja Bukalapak adalah pendapatan kuartal III-2024 mengalami penurunan, karena tingkat take rate secara keseluruhan turun 60 bps (basis poin) secara kuartalan menjadi 2,4 persen.
“Terutama karena penurunan kinerja marketplace dan monetisasi O2O (Online to Offline) sebesar 101 bps secara kuartalan menjadi 2,49 persen, margin kontribusi anjlok minus 66,5 persen secara year on year (yoy),” jelas Samuel dalam riset, Selasa (5/11/2024).
Pihaknya juga menyoroti yang menjadi ancaman bagi Bukalapak. Yakni penggunaan dana IPO (Initial Public Offering) yang tidak produktif, potensi kenaikan biaya restrukturisasi, dan hasil yang lemah. Serta kemungkinan penghentian sejumlah inisiatif, dan kurangnya investasi signifikan pada segmen bisnis utama.
Janji Penuhi Hak Karyawan
Sekretaris Perusahaan Bukalapak Cut Fika Lutfi mengungkapkan, pasca 2021 Bukalapak melantai di Bursa (IPO), ada banyak perubahan substansial. Terutama biaya operasional yang lebih tinggi daripada pendapatan dari berbagai segmen usaha.
Baca juga : Tahun 2024 Tembus 3,83 T Tahun 2025 Dipatok 2,51 T
“Kondisi ini tidak konsisten dengan strategi jangka panjang perseroan untuk mencapai profitabilitas dan pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Cut dalam keterangannya di Keterbukaan Informasi yang dikutip, Senin (4/11/2024).
Bukalapak juga telah meninjau kembali sejumlah prospek segmen usaha. Namun, Bukalapak tetap saja rugi, terutama pada tiga tahun terakhir.
“Perseroan telah melakukan berbagai upaya terbaik,” ujarnya.
Bukalapak akan menghentikan kegiatan sekaligus menutup sejumlah lini usaha atau anak usaha dalam waktu dekat.
Baca juga : Pemukiman Tanah Tinggi Akan Dibikin Lebih Keren
Aksi korporasi ini juga diakui akan berdampak pada karyawan mengalami PHK dalam lini usaha yang bakal ditutup itu.
Cut menjelaskan, akan fokus mengembangkan segmen usaha inti. Diharapkan, Bukalapak akan lebih ramping dan efisien agar menciptakan nilai di seluruh segmen usaha yang tersisa.
“Agar dapat menciptakan nilai di seluruh segmen usaha yang tersisa bagi para pemangku kepentingan perseroan, terutama pemegang saham,” kata dia.
Usulan Rencana Aksi Korporasi telah disampaikan oleh Direksi pada rapat gabungan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan pada 30 Agustus 2024. Dan disetujui secara terpisah melalui Keputusan Sirkuler Pengganti Rapat Dewan Komisaris yang terakhir ditandatangani pada 15 Oktober 2024. DWI
Baca juga : Tanpa Hilgers, Benteng Tim Garuda Harus Waspada
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Kamis, 14 November 2024 dengan judul "Geser Ke Sektor Yang Lebih Cepat Untung, Investor Asing Rem Suntik Modal Untuk E-Commerce"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.