Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Anggaran Kemenperin
Tahun 2024 Tembus 3,83 T Tahun 2025 Dipatok 2,51 T
Kamis, 14 November 2024 07:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) cuma mendapat pagu alokasi anggaran pada tahun 2025 sebesar Rp 2,51 triliun. Jumlah tersebut turun 34 persen dibanding anggaran tahun 2024 yang mencapai Rp 3,83 triliun.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita pun harus putar otak dan mengotak-atik anggaran kementeriannya yang berkurang. Menurut Agus, penurunan anggaran Kemenperin tahun depan bisa mengurangi pelaksanaan beberapa program prioritas dalam upaya pengembangan sektor industri di Indonesia.
“Salah satunya berdampak pada pendampingan teknis implementasi pemenuhan persyaratan standar industri hijau untuk 25 perusahaan. Tentu akan ada pengurangan perusahaan, karena kita tidak bisa biayai semuanya,” kata Agus dalam keterangan resmi Kemenperin, Rabu (13/11/2024).
Baca juga : Pemukiman Tanah Tinggi Akan Dibikin Lebih Keren
Menurutnya, pengurangan anggaran tahun depan juga berdampak terhadap kegiatan fasilitas dan pembinaan industri halal yang hanya bisa dilaksanakan untuk 1.000 industri.
Selain itu, untuk penumbuhan Wirausaha Baru (WUB) hanya dapat diberikan kepada 1.365 pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) dari total kebutuhan sebanyak 3.906 IKM.
Berikutnya, penurunan anggaran berdampak pada pelatihan vokasi sistem 3in1, yang hanya teralokasikan untuk 1.070 peserta dari total kebutuhan sebanyak 25.170 orang.
Baca juga : Tanpa Hilgers, Benteng Tim Garuda Harus Waspada
Kemudian, dalam penyelenggaraan pendidikan vokasi di Politeknik atau Akademi Komunitas (Akom) milik Kemenperin, hanya teralokasikan untuk 2.537 mahasiswa, sehingga 10.096 mahasiswa belum dapat dibiayai pada tahun depan.
“Sedangkan di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) hanya teralokasikan untuk 1.712 siswa. Ada 6.763 siswa yang belum dapat dibiayai tahun 2025,” ujar Agus.
Politisi Partai Golkar itu mengatakan, pada program restrukturisasi permesinan di industri besar dan IKM untuk peningkatan teknologi, hanya dapat diberikan kepada 73 perusahaan dari total kebutuhan sebanyak 422 perusahaan, termasuk IKM.
Baca juga : Tennis ATP Finals 2024, Sinner Pulangkan Fritz
“Untuk pengembangan dan hilirisasi industri berbasis rumput laut, sagu, teh, susu dan pengolahan hasil hortikultura tahun depan tidak ada sama sekali anggaran yang bisa disiapkan untuk membiayai program tersebut,” imbuh Agus.
Selain itu, fasilitasi pelaksanaan empat promosi luar negeri melalui World Osaka Expo, High Point Market North Carolina, Hong Kong Food Expo dan Paris Airshow, juga belum dapat dibiayai.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya