RM.id Rakyat Merdeka - Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke negara adidaya, yakni China dan Amerika Serikat (AS), bakal membawa keuntungan bagi perekonomian Indonesia. Khususnya di bidang perdagangan dan investasi.
Prabowo melakukan kunjungan ke sejumlah negara selama dua pekan, yakni pada 8-23 November 2024. Pada pekan pertama, Prabowo mengunjungi China dan AS.
Ke China, Prabowo sukses menarik investasi ke Indonesia sebesar 10,07 miliar dolar AS atau sekitar Rp 157,64 triliun. Kerja sama itu akan dilakukan antarpengusaha dari kedua negara.
Para pengusaha China menyepakati sejumlah perjanjian kerja sama yang sejalan dengan program prioritas Pemerintah. Antara lain, di bidang ketahanan pangan, ketahanan energi, hilirisasi 26 komoditas utama dalam negeri serta di bidang sains dan teknologi.
Baca juga : Peralihan Kewenangan Akan Mulus, Tak Ganggu Industri
Prabowo dan Presiden China Xi Jinping juga menyepakati tujuh kerja sama bilateral.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, di luar tujuh kesepakatan bilateral dan investasi bisnis 10,07 miliar dolar AS itu, Pemerintahan China juga sepakat mendukung pendanaan program unggulan Prabowo, Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Pemerintah China akan support. Karena mereka juga sudah pernah melaksanakan program Makan Bergizi Gratis di negaranya,” kata Airlangga di Beijing, China, Minggu (10/11/2024).
Selain itu, Airlangga dan Menteri Perdagangan China Wang Wentao juga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang Deepening Blue Economy Cooperation.
Baca juga : PPPK Nakes Dan Guru Meminta Upah Layak
Kerja sama ini mencakup beragam sektor. Di antaranya, pemanfaatan energi laut terbarukan secara berkelanjutan, pengelolaan perikanan dan akuakultur, pariwisata maritim, inovasi dan industri.
Secara operasional, kerja sama yang akan dilakukan mencakup industri hilirisasi produk kelautan.
Seperti, pengolahan makanan laut dan biofarmasi kelautan, serta kerja sama industri pembuatan dan perbaikan kapal, transportasi laut, pembangunan dermaga dan pelabuhan.
Menurut Airlangga, penandatanganan nota kesepahaman dengan China juga menjadi penegas adanya komitmen kuat kedua negara dalam kerja sama bidang Blue Economy.
Baca juga : Italia Vs Prancis, Les Bleus Wajib Menang
Bagi Indonesia, ini menjadi sangat penting karena letak geografisnya sebagai negara kepulauan. Sedangkan China adalah negara dengan perkembangan teknologi kelautan yang sangat cepat di dunia.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.