RM.id Rakyat Merdeka - Standard Chartered Indonesia ikut berpartisipasi pada serangkaian pertemuan bilateral Presiden Prabowo Subianto dengan pelaku ekonomi di Inggris.
Kunjungan kenegaraan Prabowo ke Inggris dari 20-22 November itu membahas berbagai isu penting. Di antaranya carbon market, peluang investasi, dan climate financing. Pada 20 November, Standard Chartered Indonesia bersama Pemerintah Inggris dan Irlandia Utara, serta Kamar Dagang Inggris-Indonesia (Brit Cham) menggelar roundtable di London untuk membahas peluang pasar karbon di Indonesia.
Sejumlah pihak terkait seperti Utusan Khusus Presiden RI untuk Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo dan Menteri Bidang Iklim Inggris Kerry Mc Carthy bersama Rino Donny Donosepoetro, Cluster CEO, Indonesia and ASEAN Markets (Australia, Brunei and the Philippines), Standard Chartered, didapuk menjadi pembicara pada acara ini.
Dalam pertemuan internasional ini membahas skala peluang pasar karbon di Indonesia, termasuk harga dan volume kredit.
Cara membuka peluang tersebut melalui pengembangan kebijakan dan peraturan, serta kolaborasi antara sektor publik dan swasta.
Baca juga : Jaring Pengaman Sosial Persiapkan Indonesia Emas 2045
Menariknya lagi, acara ini juga dihadiri oleh para calon pembeli kredit karbon berintegritas tinggi di Indonesia, dan para pelaku sektor keuangan.
Menurut keterangan tertulis dari pihak Standard Chartered Indonesia, ajang ini menarik minat komunitas bisnis di Inggris terhadap berbagai sektor prioritas di Indonesia termasuk transisi energi, infrastruktur, pendidikan dan kesehatan.
Selain itu, ajang ini juga menjadi peluang penting bagi Pemerintah Indonesia untuk menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan investasi dan pertumbuhan ekonomi.
"Berdasarkan komitmen yang dibuat dalam pertemuan tersebut, acara ini terbilang sukses dalam memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Inggris," demikian keterangan Standard Chartered Indonesia, Rabu (27/11/2024).
Selain itu, Forum Standard Chartered Indonesia yang diwakili Rino Donny Donosepoetro menggarisbawahi perkembangan sektor-sektor prioritas di Indonesia seperti energi terbarukan, kendaraan listrik (EV), dan industri hilir.
Baca juga : Kadin: Kebijakan Pengupahan Harus Berorientasi Pada Pertumbuhan Ekonomi
Dia bilang, ketiga elemen tersebut menunjukkan komitmen Indonesia terhadap transformasi ekonomi sekaligus upaya mencapai target Net-zero pada tahun 2060.
Donny juga menyoroti bahwa ambisi ini memang merupakan hal yang mendesak. Karena kebutuhan energi negara di Indonesia diproyeksikan akan tumbuh sebesar 42 persen pada tahun 2030 sehingga diperlukan percepatan peralihan menuju solusi berkelanjutan.
"Indonesia membutuhkan investasi PUBLIC sebesar $235 miliar pada tahun 2030 untuk dapat bertransisi ke bauran energi yang lebih bersih.
Sementara itu, industri hilir di Indonesia harus mampu menarik investasi sebesar $600 miliar untuk mengolah 26 komoditas utama seperti nikel, tembaga, dan timah," tutur Donny.
Sektor-sektor ini, dijelaskan Donny, memegang peranan penting untuk masa depan perekonomian Indonesia.
Baca juga : Mentan: Padi Yang Ditanam Presiden Prabowo Di Merauke Tumbuh Baik
Akan tetapi dia menyadari akselerasi pada sektor ini kerap menemui sejumlah kendala, terutama dalam mendapatkan pendanaan, mendorong penyelarasan kebijakan, dan memastikan pembangunan berkelanjutan.
"Saya dan CEO Standard Chartered Group Bill Winters sangat terlibat dalam Glasgow Financial Alliance for Net Zero (GFANZ) untuk mendukung pemerintah Indonesia dan International Partners Group (IPG) dalam rangkaian negosiasi JETP (Just Energy Transition Partnership)," ujar Donny.
Standard Chartered juga ikut mendanai pembangkit listrik tenaga surya terapung terbesar di ASEAN dengan kapasitas 145 megawatt (MW) di Cirata.
"Kami juga berupaya untuk menyelesaikan sejumlah proyek co-financing serupa lainnya pada tahun ini. Setiap upaya dan PUBLIC inisiatif kami merupakan langkah maju dalam upaya bersama kita semua untuk mendukung transisi Indonesia menuju masa depan energi yang lebih berkelanjutan,” tambah Donny.
Secara global, Standard Chartered berkomitmen untuk memobilisasi USD 300 miliar dalam bidang keuangan berkelanjutan sampai tahun 2030. Sementara per bulan September 2023 Standard Chartered telah memobilisasi USD 87,2 miliar.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.