Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia (DePA-RI) TM Luthfi Yazid mendukung Presiden Prabowo Subianto yang tak akan mentolerir praktek korupsi.
"Harapan rakyat Indonesia membuncah saat berkali-kali Presiden Prabowo menunjukkan komitmennya untuk memberantas praktek korup. Kami sangat mendukung," kata Yazid dalam keterangannya kepada RM.id, Senin (18/11/2024).
Yang teranyar, saat berkunjung ke Amerika Serikat (AS), di hadapan pengusaha anggota United States-Indonesia Society (USINDO) di Washington 11 November 2024 lalu, Prabowo kembali menegaskan komitmennya itu.
"Kalau investor merasa terganggu korupsi di Indonesia, silakan kontak langsung dengan saya. Saya tidak menoleransi korupsi. Korupsi adalah kanker ekonomi, harus diberantas," tegas Prabowo.
Dikatakan Yazid, Prabowo berjanji tidak akan mentoleransi korupsi di Indonesia tersebut di Washington, ibu kota negara super power yang para investornya menguasai ekonomi dunia.
Baca juga : Di KTT Peru, Prabowo Janji Turunkan Kemiskinan
"Ini artinya, jika janji Prabowo tidak ditepati, kepercayaan dunia usaha internasional bakal runtuh," ingatnya.
Sebelumnya di Jakarta, usai dilantik sebagai Presiden RI 2024-2029, Prabowo berjanji akan memberantas korupsi di mana pun. Saat itu, Presiden menyatakan akan mengejar koruptor, meski lari ke kutub utara sekali pun.
Di hadapan sidang kabinet pertama usai dilantik jadi Presiden 2024-2929, Prabowo juga menyatakan, menteri yang terlibat korupsi harus minggir.
Yazid menilai, pernyataan Prabowo tersebut mengindikasikan keseriusan Pemerintah untuk memberantas korupsi, sesulit apa pun. Dia yakin, Presiden akan sangat serius dalam memberantas korupsi.
Presiden Prabowo, diyakininya, merasakan bahwa korupsi di Indonesia sudah keterlaluan. Presiden bahkan memberi contoh, jika dulu koruptor mengambil uang terselip di bawah telapak meja, sekarang, seluruh uang yang ada di meja, bahkan mejanya, diambil.
Baca juga : Temui Biden, Prabowo Bahas Penguatan Kerja Sama & Situasi Gaza
"Itulah sebabnya, Presiden mengatakan korupsi adalah kanker yang akan menghancurkan Indonesia. Korupsi harus dibabat tuntas," dukungnya.
Diungkapkan Yazid, janji Presiden Prabowo tersebut diucapkan berkali-kali dalam tiap kesempatan. Baginya, ini melegakan hati rakyat yang selama ini gemas dan marah terhadap merajalelanya korupsi di Indonesia.
Berbagai kasus belakangan ini, sambungnya, membenarkan apa yang dikatakan Presiden. Betapa korupsi sudah berurat berakar di semua lembaga Pemerintah.
Yazid menyoroti korupsi di peradilan. Penyuapan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya dalam kasus Ronald Tannur yang membuka kotak pandora korupsi di Mahkamah Agung (MA) membelalakkan mata publik.
Apalagi diketahui, Zarof Ricar, mantan pejabat di MA, ketahuan menyimpan uang hampir Rp 1 triliun. Tepatnya Rp 920 miliar dan emas 51 kg di rumahnya yang super mewah di kawasan elit Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Itu baru di MA. Belum lembaga lain.
Baca juga : GDPS Dukung Garuda Indonesia Wujudkan Gerakan Net Zero Emission
Yazid mengutip pernyataan Prof. Dr. Mahfud MD menyatakan, jaringan korupsi di Indonesia sangat luas dan kuat, mirip seperti yang dikatakan Wapres pertama Indonesia Moh. Hatta bahwa korupsi di Indonesia sudah membudaya.
"Tetapi kata Prof. Mahfud, masih ada lembaga yang bisa mengatasi korupsi. Yaitu lembaga kepresidenan yang dipimpin Pak Prabowo. Jika Prabowo turun tangan langsung memberantas korupsi, niscaya bisa," tegasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya