BREAKING NEWS
 

Risk & Governance Summit 2024

OJK Mantapkan Governansi Sektor Keuangan Menuju Indonesia Emas

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Rabu, 27 November 2024 21:02 WIB
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam acara Risk and Governance Summit (RGS) 2024 di Jakarta, Selasa (26/11/2024). (Foto: Humas OJK)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Dewan Audit merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sophia Wattimena menekankan pentingnya penguatan Governance, Risk and Compliance (GRC) di industri jasa keuangan, dalam mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia Emas.

Hal tersebut disampaikan Sophia dalam acara Risk and Governance Summit (RGS) 2024 dengan tema Strengthening the GRC Ecosystem in the Financial Sector to Support the Golden Indonesia 2045 Vision di Jakarta, Selasa (26/11/2024).

Sophia berpendapat, untuk mendukung sasaran visi Indonesia Emas 2045 dan mewujudkan Astacita Pemerintah Republik Indonesia 2024-2029, sektor jasa keuangan perlu mengedepankan penguatan governansi dengan penggunaan teknologi untuk mencegah dan memberantas korupsi.

“Hal ini menjadi peluang strategis bagi sektor keuangan untuk berkontribusi secara signifikan dalam pencapaiannya, sambil tetap memprioritaskan pengelolaan risiko yang efektif. Terutama, untuk mengantisipasi emerging risk yang berpotensi mengganggu keberlangsungan bisnis perusahaan,” jelas Sophia.

 

Baca juga : Pertamina Eco RunFest 2024 Berikan Dampak Ke Lingkungan, Kemanusiaan & Ekonomi


Berdasarkan Global Risks Perception Survey 2024 yang diterbitkan World Economic Forum, saat ini terdapat peningkatan risiko global seperti disinformasi, cyber security, extreme weather dan ketidakpastian geopolitik. Sehingga, memberikan tekanan pada perekonomian dunia yang harus diantisipasi sektor jasa keuangan. Sejalan dengan publikasi IIA tentang Risk In Focus tahun 2025. Dalam hal ini, cyber security, digital disruption (termasuk AI), climate change/environment menjadi risiko yang perlu menjadi perhatian sektor jasa keuangan.

Penyelenggaraan Risk and Governance Summit 2024 membahas dua risiko utama, yaitu sustainability dan cyber resiliency.

Untuk memitigasi sustainability risk, OJK mendorong sektor jasa keuangan memobilisasi pendanaan untuk inisiatif, dengan panduan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) dan Climate Risk Management & Scenario Analysis (CRMS).

Sementara dalam memitigasi cyber risk, OJK mendorong Lembaga Jasa Keuangan memiliki infrastruktur digital yang tangguh dan aman. Antara lain melalui penerbitan ketentuan POJK 11 tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Teknologi Informasi oleh Bank Umum dan POJK 4 tahun 2021 tentang Penerapan Manajemen Risiko Dalam Penggunaan Teknologi Informasi oleh Lembaga Jasa Keuangan Non Bank. Serta merilis Pedoman Keamanan Siber (Cybersecurity Guidelines) dan Kode Etik penggunaan kecerdasan buatan (AI) yang seluruhnya akan terus disempurnakan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyampaikan, GRC menjadi elemen utama dalam setiap strategi pembangunan berkelanjutan.

Adsense

Baca juga : Pertamina Eco RunFest 2024 Salurkan Donasi Kemanusiaan Untuk Palestina

Menurutnya, ekosistem GRC perlu mengambil langkah sebagai berikut:

1. Mengintegrasikan environmental, social, and governance (ESG) ke dalam strategi bisnis. Sehingga, setiap keputusan bisnis harus mempertimbangkan dampak terhadap lingkungan, sosial, dan governansi.

2. Mengintegrasikan GRC ke dalam transformasi digital. Pemanfaatan teknologi harus disertai tata kelola yang baik dan kepatuhan terhadap regulasi.

3. Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaporan terkait ESG di seluruh lembaga jasa keuangan, agar tidak menciptakan greenwashing.

4. Penguatan kolaborasi lintas sektor.

Baca juga : Miss Universe 2024: Denmark Cetak Sejarah, Indonesia Gagal Tembus Top 30

Mahendra menegaskan, tidak ada keberhasilan yang bisa dicapai tanpa sinergi. Regulator, industri, dan masyarakat harus berjalan seiring untuk menciptakan ekosistem keuangan yang berkelanjutan.

"Saya berharap, forum ini dapat menjadi ajang untuk berbagi pengalaman, memperkuat kolaborasi, dan merumuskan langkah konkret menuju visi Indonesia Emas 2045 yang berkelanjutan," kata Mahendra.

Risk & Governance Summit merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan OJK, sebagai puncak dari rangkaian forum penguatan tata kelola dan integritas di sektor jasa keuangan.

Acara ini mencerminkan komitmen OJK dalam mendorong kolaborasi dengan industri, lembaga, asosiasi dan profesi di bidang GRC, serta stakeholder guna memperkuat praktik tata kelola yang baik. Sebagai pendukung tercapainya pertumbuhan sektor jasa keuangan yang berkelanjutan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense