Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bos OJK Pastikan Kinerja Sektor Keuangan Tetap Stabil Dan Terjaga
Jumat, 1 November 2024 18:24 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar mencatat, sektor jasa keuangan tetap terjaga stabil di tengah meningkatnya risiko geopolitik, dan melemahnya aktivitas perekonomian global.
“Perlambatan pertumbuhan di beberapa negara utama dan ketidakpastian geopolitik menjadi tantangan utama bagi ekonomi global saat ini,” katanya dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK pada 30 Oktober 2024 secara virtual, Jumat (1/11/2024).
Mahendra menuturkan, perekonomian AS menunjukkan perkembangan yang lebih baik dari ekspektasi awal seiring solidnya pasar tenaga kerja serta membaiknya permintaan domestik.
Di Eropa, aktivitas perekonomian mulai membaik yang terlihat dari naiknya penjualan ritel, namun dari sisi manufaktur masih relatif tertekan.
Baca juga : Fokus Layanan Digital, Kinerja Perbankan Hingga Aset CIMB Niaga Terus Meroket
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi China pada kuartal III-2024 masih menunjukkan perlambatan baik dari sisi demand maupun supply.
“Hal ini mendorong pemerintah dan bank sentral China terus mengeluarkan stimulus untuk mendorong sektor riil dan kembali melonggarkan kebijakan moneter,” katanya.
Menurut Mahendra, risiko geopolitik global yang meningkat turut menjadi tantangan bagi prospek perekonomian ke depan. Terutama terkait eskalasi konflik di Timur Tengah, serta dinamika politik di AS menjelang Pemilihan Presiden di November 2024.
“Instabilitas yang terjadi di Timur Tengah menyebabkan harga komoditas safe haven seperti emas meningkat,” jelasnya. Bahkan, perkembangan tersebut menyebabkan premi risiko meningkat dan kenaikan yield secara global.
Baca juga : Relawan RIDO Sebut Ridwan Kamil Berbaur Dekat Dengan Warga
Hal ini katanya, mendorong aliran modal keluar (outflow) dari negara emerging markets, termasuk Indonesia, sehingga pasar keuangan emerging markets mayoritas melemah.
“Kinerja perekonomian secara umum masih terjaga stabil di tengah lemahnya kondisi perekonomian global. Inflasi inti terjaga serta neraca perdagangan masih mencatatkan surplus sejak Juli 2024,” sebutnya.
Namun demikian, perlu dicermati Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur yang masih berada di zona kontraksi, serta pemulihan daya beli yang berlangsung relatif lambat.
Dari sisi pasar saham domestik di bulan Oktober 2024 menguat sebesar 1,05 persen mtd per 29 Oktober 2024 ke level 7.606,60 (secara ytd: menguat 4,59 persen).
Baca juga : Pagi-pagi Dikumpulkan Di Lapangan, Semua Anggota Kabinet Kenakan Seragam Militer
Nilai kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp12.719 triliun atau naik 1,33 persen mtd (secara ytd naik 9,02 persen).
Sementara itu, non-resident mencatatkan net sell sebesar Rp 9,50 triliun mtd (ytd) dengan net buy Rp 40,14 triliun.
Secara mtd, penguatan terjadi di hampir seluruh sektor dengan penguatan terbesar di sektor property & real estate dan technology.
Di sisi likuiditas transaksi, rata-rata nilai transaksi harian pasar saham tercatat Rp 12,89 triliun ytd.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya